Almarhum Ustadz Musiran, Dikenal Tekun dan Dikagumi Siswa

ust musiran almarhum

www.griyaalquran.id- Griya Al Qur’an sedang berduka, salah satu ustadz terbaiknya wafat, Rabu (4/11) lalu. Ustadz Ahmad Musiran, salah satu pengajar di Griya Al Qur’an Lampung wafat pukul 01.05 dini hari di Pukesmas Satlit Bandar Lampung karena sakit tifus. Sosoknya yang penuh ketekunan dan kesabaran ketika mengajar begitu dikenang dan dikagumi oleh para sahabat dan santrinya.

Hal tersebut disampaikan Ustadz Muhammad Nazir, rekan pengajar di Griya Al Qur’an yang akrab dengan Almarhum. Menurutnya, almarhum orang yang tekun dan semangat.

“Beliau jadi pengajar di Griya Al Qur’an sudah hampir 2 tahun. Ustadz Musiran sangat tekun. Tak ada kegiatan Griya Al Qur’an Lampung yang tidak diikutinya,” ujar Ustadz yang akrab disapa Ustadz Nazir ini.

Dari acara khusus yang diadakan Griya Al Qur’an hingga acara tambahan seperti adanya pengajian atau kajian Ustadz tiap hari Sabtu, Ustadz Musiran tak pernah absen, cerita Ustadz Nazir.

Salah Satu Pengajar yang Dikagumi

Jika terkait dengan mengajar, Ustadz Nazir mengungkapkan jika Almarhum memang salah satu guru yang dikagumi oleh para siswa. Beliau dikenal sebagai sosok yang sabar dalam mengajar siswa-siswa dewasa bahkan lanjut usia di Griya Al Qur’an.

“Ada juga siswa saya yang sebenarnya enggan untuk diajar oleh Ustadz lain namun ternyata sangat senang ketika diajar oleh Ustadz Musiran,” imbuhnya.

Kebetulan Ustadz Nazir dan Ustadz Musiran saling berbagi siswa, sehingga ada beberapa siswa yang bercerita kepadanya jika memang Ustadz Musiran merupakan sosok yang sabar dalam mengajar.

Selain sabar, hal yang perlu dikagumi dan patut dicontoh adalah ketekunan dalam dirinya, artinya komitmen dengan waktu. Ustadz Nazir bercerita jika semasa menjadi pengajar di Griya Al Qur’an, Ustadz Musiran tak pernah terlambat dan selalu tepat waktu selama mengajar sekaligus kegiatan rapat.

Hal yang tak terlupakan bagi Ustadz Nazir adalah ketika pelaksanaan Qur’an Camp di area Batu Putu Lampung yang diadakan sekitar tahun kemarin. Dalam kegiatan tersebut, para pengajar seolah-olah menjadi santri lagi, mereka satu kamar, dan berkegiatan bersama dan lain sebagainya.

Di kegiatan itulah Ustadz Nazir merasa sangat dekat dengan ustadz Musiran. “Pribadinya mengagumkan, subhanallah,” ujar kelahiran 14 Mei tersebut.

Ustadz Nazir cukup terkejut dengan berita duka dari sahabatnya itu, namun hal tersebut sudah suratan takdir dari Allah subhanahu wa ta’ala.

“Saya turut belasungkawa. Kepada yang pernah mengenal beliau mohon dimaafkan jika beliau ada kesalahan, yang namanya manusia pasti ada salahnya. SEmoga beliau husnul khotimah,” ujarnya.

Selamat jalan Ustadz Musiran, in syaa Allah berbagai ilmu Al Qur’an yang engkau ajarkan menjadi jariyah yang terus mengalir. Aamiin. (Gth)

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya.

HR. Bukhari
Griya Al-Qur'an

Membuka kelas pembelajaran Al-Quran dan sertifikasi guru Al-Quran.

Griya Al-Qur'an Newsletter

Dapatkan info dan kabar terbaru seputar program dan layanan Griya Al-Qur’an, kami kirim langsung ke inbox email Anda. Silakan isi form untuk berlangganan newsletter.