Asal Usul Perbedaan Qira‘at dalam Al Qur‘an

www.griyaalquran.id- Dalam perkembangan ilmu qira’at, berbagai literatur dan diktat mengenai ilmu Qira’at maupun Ulumul Quran menerangkan bahwa ada satu hadis Rasulullah mengenai Sab’atu Ahruf (tujuh huruf) yang populer di kalangan ulama dan para pakar kajian Al Qur‘an ketika membahas mengenai perbedaan qira‘at dalam Al Qur‘an. 

Jika Al Qur‘an adalah wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, untuk menerangkan kepada manusia risalah ilahi dan sebagai bukti kebenaran risalahnya. Maka qira‘at adalah cara membaca lafal-lafal tertulis dalam mushaf, baik dengan meringankan bacaannya (takhif) ataukah dengan menggandakan (tasydid).

Di dalam berbagai literatur dan diktat mengenai ilmu Qira‘at maupun Ulumul Quran, diterangkan bahwa dasar argumentasi berkembangnya ilmu Qira’at ini adalah hadis Rasulullah tentang Sab’atu Ahruf (tujuh huruf). Kitab-kitab hadis yang mu’tabar seperti Sahih Bukhari, Sahih Muslim, Sunan Tirmidzi, dan Sunan Abi Daud memuat hadis mengenai tujuh huruf ini. 

Baca Juga: Jadi Imam Merdu di Penjara, Bripda Jafar Dipanggil Kapolri

Berikut adalah redaksi hadis yang diambil dari kitab Sahih al-Bukhari Nomor Hadis 4992:

Ibnu Syihab, berkata: mengatakan padaku ‘Urwah bin Zubair, bahwasanya al-Miswar bin Makhramah dan Abdurrahman bin ‘Abdul Qari’ berkata padanya bahwa mereka mendengar Umar bin Khattab bercerita:

Aku mendengar bahwa Hisyam bin Hakim bin Hizam dapat membaca (dengan dihafal) Surat al-Furqan di masa hidup Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam. kemudian aku mencuri dengar bacaannya. Maka ketika kudapati Hisyam membaca tetapi tidak seperti yang dibacakan Rasul kepadaku, hampir saja aku menyeretnya ketika dia sedang salat. Saya urungkan dan menunggunya hingga salam.”

Setelah Hisyam selesai salat, saya tarik selendangnya seraya berkata padanya, siapa yang membacakan surat yang baru saja kamu baca?

Dia menjawab Rasulullah yang membacakan.”

Kamu bohong!

Sungguh Rasul membacakan padaku tetapi berbeda dengan apa yang kamu baca.”

Kemudian saya membawanya untuk menghadap Rasul.”

Setelah bertemu Rasul, saya berkata: Saya mendengar orang ini membaca surat Al-Furqan dengan ‘huruf’ yang berbeda dengan apa yang engkau bacakan. Kemudian Rasul bersabda: Lepaskan dia, coba engkau baca wahai Hisyam. Hisyam pun membaca sesuai dengan apa yang saya dengar. Setelah selesai, Rasul bersabda: Begitulah surat itu diwahyukan. Lalu Rasul bersabda: Coba engkau baca wahai Umar. Kemudian saya membaca dengan apa yang diajarkan Rasul padaku.”

Setelah selesai, Rasul bersabda: “Begitulah surat itu diwahyukan. Sungguh Al Qur‘an ini diwahyukan dengan tujuh huruf (sab’atu ahruf), maka bacalah dengan apa yang mudah bagimu.”

Baca Juga: Membaca Surat Al-Ikhlas Seperti Membaca Sepertiga Al Qur‘an, Mengapa?

Hadis di atas populer di kalangan ulama dan para pakar kajian Al Qur‘an ketika membahas mengenai perbedaan qira‘at dalam Al Qur‘an. 

Lalu yang seringkali dijadikan pertanyaan adalah apa yang dimaksud dengan sab’atu ahruf dalam hadis Rasulullahtersebut? Para Ulama berbeda pendapat mengenai hal ini.

Menurut Ibnu Bathal dalam Syarh Shahih Bukhari, yang dimaksud dengan Ahruf dapat diartikan menjadi dua macam.Pertama adalah dialek yang beragam seperti dialek Quraish, Thaif, Tamim, dan lain lain. Kedua adalah qira‘at sebagaimana ilmu Qira‘at yang berkembang seperti sekarang.

Ada juga pendapat Ibnu Hajar al-Asqalani berpendapat, bahwa yang dimaksud dengan tujuh huruf adalah tujuh wajah (sab’atu awjuh). Penjelasan dari tujuh wajah ini pun dapat bermacam-macam. 

Baca Juga: Muslim Family Camp, Program Mendekatkan Keluarga dengan Al Qur’an

Menurut pandangan Ibnu Hajar, tujuh wajah ini bisa berupa perbedaan antara mad, imalah, dan isymam dalam hukum ilmu tajwid, dan lain sebagainya.

Namun demikian, Ibnu Hajar menegaskan bahwa pada intinya tujuan dari adanya perbedaan qira‘at ini adalah agar memudahkan umat Muslim untuk membaca, menghafal, kemudian mengamalkan Al Qur‘an. (nwn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Infaq Dakwah Quran BSM 7133370147INFAQ SEKARANG
+ +
WhatsApp chat