Ini Hikmah Penting dari Surat Al Kahfi

www.griyaalquran.id- Ada beberapa keutamaan membaca surah Al Kahfi di hari Jum’at salah satunya adalah dijauhkannya kita dari fitnah Dajjal.

Namun fitnah yang terdapat dalam surah Al Kahfi bukan hanya fitnah Dajjal saja, ada 4 fitnah yang terkandung di dalamnya.  Berikut kita akan ulas fitnah fitnah tersebut secara singkat.

Fitnah Agama yang terdapat dalam kisah Ash Habul Kahfi

Fitnah agama ini paling popular diantara fitnah-fitnah yang lain, Ash-habul kahf (penghuni gua). Dari kisah ini, Allah ta’ala mengabarkan bahwa mereka adalah para pemuda yang menyelamatkan keyakinan dari kedzaliman kaum mereka yang telah terjerat oleh kesyirikan dan pengingkaran terhadap hari kebangkitan.

Baca Juga: Inilah Makna Takwa Menurut Al Qur‘an

Mereka pun berlindung didalam gua,  seperti dijelaskan dalam surah Al Kahfi Ayat 10,

إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

“(Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”.

Fitnah Harta yang terdapat pada kisah dua pemilik kebun.

Dalam kisah ini Allah mengambarkan 2 orang pemuda yang diamanahkan 2 kebun yang di tengah kebun mengalir sungai yang menyuburkan tanaman, namun salah satu pemuda nampak kesombongannya.

وَ دَخَلَ جَنَّتَہٗ وَ ہُوَ ظَالِمٌ لِّنَفۡسِہٖ ۚ قَالَ مَاۤ اَظُنُّ اَنۡ تَبِیۡدَ ہٰذِہٖۤ اَبَدًا

وَّ مَاۤ اَظُنُّ السَّاعَۃَ قَآئِمَۃً ۙ وَّ لَئِنۡ رُّدِدۡتُّ اِلٰی رَبِّیۡ لَاَجِدَنَّ خَیۡرًا مِّنۡہَا مُنۡقَلَبًا

“Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya.” dan dilanjutkan, “Dan aku kira hari kiamat itu tidak akan datang, dan sekiranya aku dikembalikan kepada Tuhanku, pasti aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik daripada ini.” (QS. Al-Kahf: 35-36).

Lalu Allah pun menjawab dalam ayat 46 surah Al Kahfi,

الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا

“harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.”

Fitnah Ilmu yang terdapat dalam kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir

Dalam kisah ini Allah mengambarkan nabiyullah Musa dan Khidhir ‘alaihimaassalam. Nabi Musa diperintahkan oleh Allah untuk berguru kepada Nabi Khidhir.

Baca Juga: Kisah Pemuda yang Meninggal dalam Sujud

Dalam perjalanannya ada tiga tindakan yang dilakukan oleh Nabi Khidir yang membuat Nabi Musa tidak sabar dan selalu memprotes, padahal sebelumnya Nabi Khidir telah mengatakan kepada Nabi Musa bahwa kau tidak sanggup bersabar bersamaku (QS. Al Kahfi (18): 67).

قَالَ إِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْرًا

“Dia menjawab: “‘Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersama aku.'”

Fitnah Kekuasaan yang terdapat dalam kisah Raja Zulqornain

Dalam kisah keempat ini, Allah mengambarkan kemuliaan seorang raja yang Allah berikan kedudukan dan kekuasaan yang tidak dipergunakan semena-mena, kekuasaan yang ia miliki dipergunakan untuk menebar kebaikan.

Beliau tinggal bersama bangsa Yakjuj Makjuj yang dimana mereka adalah bangsa perusak dan suka membuat keonaran hingga suatu hari sang raja membuat benteng sebagai pembatas atau penghalang atas kehancuran yang disebabkan oleh bangsa Yakjuj Makjuj.

Pelajaran yang bisa diambil dari kisah-kisah di atas adalah sebuah keyakinan memang anugerah, tidak bisa dibeli maupun dipaksakan. Maka tidak ada pilihan lain selain, menjaga keyakinan atau aqidah sekuat yang kita bias meskipun lingkungan tak mendukung.

Harta, keturunan dan kekuasaan terkadang akan melalaikan kita sehingga cinta terhadap dunia dan berbuat semena mena. Allah berfirman dalam Surah Al Kahfi ayat 110 dan menjadi penutup surat.

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

“Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa”. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”. (QS. Al-Kahf 18: 110)

Baca Juga: Mengenal Nasikh wal Mansukh dalam Al Quran

Mengenai perintah membaca surat Al Kahfi di hari Jumat, berikut ini salah satu hadistnya.

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ

“Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.” (HR. An Nasa’i dan Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami’ no. 6470).

Jangan lupa baca surat Al Kahfi ya. ^_^

Oleh: Amirul Yatim, Pengajar Al Qur’an dan Staf SDM Griya Al Qur’an

3 thoughts on “Ini Hikmah Penting dari Surat Al Kahfi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Infaq Dakwah Quran BSM 7133370147INFAQ SEKARANG
+ +
WhatsApp chat