Perlu Tahu, Inilah Berbagai Kisah dalam Surah Maryam

www.griyaalquran.id- Al Qur’an memberikan panduan dalam kehidupan kita jika kita mau membaca, memahami dan mengamalkan. Lebih banyak kita berinteraksi dengan Al Quran membuat kita lebih dekat dengan Allah ta’ala, membuat kita dan lebih banyak menerima rahmat-Nya. Dalam Surah Maryam, Allah  banyak menceritakan kebesaranNya .

1. Kisah Nabi Zakaria AS (ayat 2-15), Meminta Dikaruniai Anak

Nabi Zakaria berdoa dengan suara yang lembut kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar dikaruniai keturunan. Sebelum menyampaikan hajatnya, Nabi Zakaria dengan rendah hati menyatakan keuzuran badannya yang lemah dan rambut dipenuhi uban.

Namun tidak pernah berputus asa untuk terus berdoa kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Dalam doa tersebut, Nabi Zakaria melahirkan rasa kebimbangan tentang kesinambungan dalam mengemban amanah dakwah beliau, sedangkan isterinya mandul. Oleh karena itu, Nabi Zakaria ‘alaihissalam memohon dikaruniakan anak lelaki yang diridhai Allah.

Baca Juga: Al Qur’an, Tak Seharusnya Hanya Dibaca

Dengan rahmat dan kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala, Nabi Zakaria dianugerahi anak bernama Yahya, yang diberi hikmah (kebijaksanaan), berkasih sayang, bertakwa dan baik terhadap kedua orang tuanya. Ia pun menjadi salah satu Nabi Allah.

Ternyata kekuatan doa itu amat penting dalam kehidupan manusia. Allah mendengar doa hamba-Nya secara perlahan atau kuat. Doa juga menunjukkan sifat kehambaan kita yang mengharapkan bantuan Allah.

2. Kisah Maryam (ayat 16-40), Doa Orang Tua yang Melahirkan Keajaiban

Allah menceritakan kisah Maryam, anak pasangan Imran dan Hannan. Keluarga yang dimuliakan dan dicatatkan dalam Al Quran. Ibu Maryam telah bernazar jika mendapat keturunan, beliau akan mewakafkan anaknya untuk berkhidmat di Baitulmaqdis. Maryam menjadi idola golongan wanita yang memfokuskan diri untuk belajar dan ikhlas beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Maryam telah mengasingkan diri dari dunia luar agar lebih fokus beribadah. Namun dengan rahmat Allah, Maryam dianugerahkan anak lelaki bernama Nabi Isa ‘alaihissalam kepada Maryam tanpa ikatan perkawinan. Apabila Allah berkehendak dan menghendakinya adalah mudah bagiNya, ‘kun fayakuun‘. Ini menunjukkan kekuasaan Allah yang Maha Pencipta.

Baca Juga: Mengapa Penghafal Al Qur’an Cenderung Hidup Lebih Bahagia?

3. Kisah Nabi Ibrahim, (ayat 41-50), Berkata Lembut dengan Orang Tuanya yang Kafir

Allah mengisahkan Ibrahim sebagai orang yang sangat mencintai kebenaran dan seorang nabi. Nabi Ibrahim ‘alaihissalam yang juga dikenal sebagai Amirul Shadiq menentang bapak dan kaumnya yang menyembah berhala.

Untuk mengatakan sesuatu yang benar tidaklah mudah terutama dengan orang yang mempunyai kedudukan lebih tinggi daripada kita. Nabi Ibrahim ‘alaihissalam menegur bapaknya secara hikmah, hormat dan sopan untuk menyampaikan kebenaran.

Meski bertentangan dengannya, Nabi Ibrahim ‘alaihissalam tetap memanggil ayahnya dengan lembut dan kasih saying dengan panggilan ‘Ya abati‘.

Wujud Nabi Ibrahim mengasihi dan menghormati ibu bapaknya dengan doa dalam rangka menjemput rahmat Allah. Allah subhanahu wa ta’ala yang Maha Penyayang menganugerahi keturunan dan keturunannya dalam kalangan para nabi seperti Nabi Ismail, Nabi Ishak, Nabi Ya’kub ‘alaihimussalam hingga utusan terakhir yaitu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Baca Juga: Kerap Salah Dituliskan, Cara Menulis Wallahu a’lam Bish-shawabi

Apabila kita mengharapkan keridhaan dan mengutamakan Allah, maka Allah akan memberikan yang terbaik dalam hidup kita. Oleh itu, kita perlu sentiasa positif kepada Allah SWT dengan memperbanyak doa dan ibadah. Apabila berdoa, jangan mementingkan diri sendiri. Melainkan, kita berdoa untuk keturunan kita dan apa harapan untuk keturunan kita.

4. Kisah Para Nabi (ayat 51-57)

Allah subhanahu wa ta’ala menyebut beberapa orang nabi, di antaranya Nabi Musa ‘alaihissalam sebagai orang terpilih. Nabi dan rasul yang berbicara secara langsung dengan Allah.

Allah, dengan rahmat-Nya juga memilih saudara Nabi Musa, Nabi Harun sebagai nabi. Sebagaimana yang dinukilkan dalam Surah Maryam, Nabi Ismail sebagai nabi dan rasul benar-benar menepati janjinya dan diridhai Allah.

Nabi Musa ‘alaihissalam menyuruh keluarganya untuk mendirikan sholat dan menunaikan zakat. Nama Nabi Idris ‘alaihissalam juga dinyatakan oleh Allah dalam Al Qur’an sebagai nabi dan sangat mencintai kebenaran serta mendapat martabat yang tinggi.

Baca Juga: Ini Metode yang Banyak Dipakai Anak-anak Gaza untuk Menghafal Al Qur’an

Kisah para nabi yang disebut oleh Allah adalah dalam kalangan mereka yang benar. Oleh itu, apa yang kita katakan, lakukan dan niatkan hendaklah benar berdasarkan Al Qur’an dan sunnah. Kebenaran merupakan suatu perjuangan untuk mengajak orang lain ke arah kebaikan.

Oleh: Aziz Sulthon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Infaq Dakwah Quran BSM 7133370147INFAQ SEKARANG
+ +
WhatsApp chat