Begini Cara Bijak Kelola THR di Tengah Pandemi

www.griyaalquran.id- Menjelang Hari Raya Idulfitri atau Lebaran, mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) bisa menjadi salah satu hal yang menggembirakan dan bahkan ditunggu-tunggu. Tentu jika di masa pandemi ini bisa mendapatkannya, maka perlu sangat bersyukur dan harus mampu menggunakannya dengan bijak, terutama untuk bersedekah. Ini tentu saja akan memengaruhi keberkahan rezeki yang diterima.

THR tentu menjadi keberkahan tersendiri bagi Muslim yang sudah bekerja dan yang menerimanya menjelang hari Lebaran tahun ini. Tapi, di tengah masa pandemi seperti ini, Anda perlu semakin bijak menggunakan uang THR. Terutama, karena kita sedang berada dalam kondisi yang serba tak pasti, khususnya dalam konteks keuangan.

Cara memanfaatkan uang THR tersebut perlu benar-benar diperhatikan agar tidak ada kebutuhan yang luput dari perhatian, juga tepat guna, dan dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Membayar Utang

Salah satu hal paling bermanfaat yang bisa Anda lakukan dengan uang THR adalah dengan membayar utang. Apalagi, jika sifat utang itu mendesak dan sudah lama belum bisa Anda bayarkan. Daripada menggunakan THR untuk berfoya-foya atau membeli barang lain, maka lebih baik digunakan untuk membayar utang terlebih dahulu.

Selain dari segi pertimbangan sosial, membayar utang juga anjuran dalam agama. Imam Bukhari pernah menyebutkan, lebih utama untuk membayar utang daripada bersedekah. Oleh karena itu, sebaiknya membayar utang tidak ditunda-tunda, apalagi kepada orang-orang terdekat.

“Barangsiapa yang bersedekah, sedangkan dia dalam keadaan membutuhkan atau keluarganya membutuhkan atau ia memiliki tanggungan utang, maka utang lebih berhak untuk dibayar daripada ia bersedekah, memerdekakan budak, dan hibah. Dan sedekah ini tertolak baginya.” (Imam Bukhari, Shahih al-Bukhari, juz 2, hal. 112)

Bersedekah

Bersedekah atau berinfak juga perlu menjadi prioritas sehingga Hari Raya dapat diisi dengan semangat untuk berbagi dengan sesama. Sedekah ini dapat dibagi menjadi dua, yaitu sedekah yang sifatnya konsumtif atau jangka pendek seperti memberikan hadiah makanan atau uang kepada keluarga atau tetangga, dan sedekah yang sifatnya produktif, dengan menjadikan alokasi ini sebagai modal usaha bagi mereka yang membutuhkan.

Di tengah pandemi ini, ada banyak orang yang membutuhkan uluran tangan kita. Banyak aktivitas yang terhambat membuat banyak orang kesulitan bertahan karena pandemi ini, termasuk dai dan guru ngaji, di mana di tangan merekalah, ayat-ayat suci diajarkan, dan agama Islam disiarkan.

Maka, ada baiknya jika dapat menyisihkan sebagian uang THR untuk membantu mereka. Apalagi, bila dikaitkan dengan konteks bulan Ramadan. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam sendiri pernah bersabda, bahwa sedekah yang paling utama adalah sedekah di bulan Ramadan. Sehingga, kita bisa memanfaatkaan untuk memperbanyak sedekah, membantu sesama sekaligus mengharapkan keridaan-Nya.

Bila ingin bersedekah, saat ini, Griya Al Qur’an tengah menggagas program Peduli Guru Al Qur’an untuk membantu guru ngaji menghidupi keluarganya di kala wabah pandemic covid 19 ini. Dalam kondisi ini, hampir semua guru ngaji terdampak, karena tidak lagi bisa mengajarkan Al Qur’an kepada para siswanya.

Donasi berupa uang bisa dengan mudah dilakukan ke Bank Syariah Mandiri (BSM) nomor rekening 7133370147 dengan kode bank 451, atas nama Infaq Dakwah Al Qur’an. Sementara donasi selain dalam bentuk uang dapat langsung diberikan dengan menghubungi narahubung 0822-6420-2202.

Memenuhi Tabungan Darurat

 

Hal yang tak kalah penting dilakukan di masa saat ini adalah tabungan darurat. Adanya uang THR bisa digunakan untuk memenuhi target tabungan darurat. Ini dimaksudkan agar kita selalu memiliki ‘cadangan’, terutama bila terjadi hal tak terduga di tengah pandemi COVID-19 ini.

Menurut Perencana Keuangan Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andy Nugroho, melansir Kumparan, seseorang setidaknya perlu memiliki dana darurat sebesar tiga kali pengeluaran bulanan. Hal ini dimaksudkan agar seandainya jika seseorang mendadak kehilangan pekerjaan, maka masih akan ada waktu tiga bulan untuk mendapatkan penghasilan berikutnya.

Jadi, sebagian dari THR bisa dialokasikan untuk memenuhi target dana darurat. Ingatlah untuk tidak mencampur dana darurat dengan investasi ataupun tabungan lainnya, agar benar-benar bisa digunakan saat dibutuhkan.

 

Menyisihkan untuk Kurban

 

Setelah Hari Raya Idulfitri, perlu diingat bahwa Idul Adha juga akan segera datang. Artinya, semakin dekat waktu bagi kita untuk menyisihkan sebagian penghasilan dan menunaikan kurban, sesuai tuntunan agama Islam.

Hukum kurban adalah sunnah muakad atau sunnah yang dikuatkan. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam sendiri, seperti dilansir NU Online, tidak pernah meninggalkan ibadah kurban sejak disyariatkannya hingga beliau wafat.

Karena itu, bila memang memiliki pendapatan lebih, dan tidak ada keperluan yang sangat mendesak, tidak ada salahnya untuk menyisihkan uang THR untuk bersiap-siap melaksanakan kurban dalam Idul Adha yang tahun ini jatuh pada 31 Juli 2020.

Dengan demikian, besar uang yang harus ditabung untuk membeli kambing maupun sapi pada dua bulan ke depan akan jadi lebih ringan dibandingkan sebelumnya.  (nin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Infaq Dakwah Quran BSM 7133370147INFAQ SEKARANG
+ +
WhatsApp chat