Begini Melafadzkan Huruf Ro’ Tebal dengan Tepat

www.griyaalquran.id- Masih sering ditemui kekurangsempuranaan saat seseorang membaca huruf ro’ sukun (رْ). Lalu bagaimana cara melafadzkan huruf ro’ (ر) tafkhim atau tebal dengan benar. Mari kita simak pembahasan berikut.

Achmad Farid, Manajer Kurikulum Griya Al Qur‘an menjelaskan, beberapa orang membaca ro’ sukun (رْ) yang dibaca tafkhim (tebal), namun masih menggunakan makhraj lain, yakni dengan menggunakan bibir. Bacaan seperti itu kurang sempurna, Karena makhraj huruf ro’ (ر) itu tidak menggunakan bibir, namun menggunakan torful lisan atau ujung lidah.  

Makhraj huruf ro’ (ر) sendiri dekat dengan makhraj huruf nun (ن), yaitu pada ujung lidah setelah huruf nun (ن), dan sedikit lebih masuk ke punggung lidah, “Dengan demikian, huruf ro’ (ر) sebenarnya tidak melibatkan syafatain (الشفتين) atau dua bibir,” tegas Ustadz Farid.

Baca Juga: Griya Al Qur’an Gelar Lomba Inovasi Pembelajaran Al Qur’an Nasional

Sementara tafkhim sendiri adalah menebalkan bunyi huruf, di mana ketika diucapkan, maka penuhlah mulut oleh gemanya huruf tersebut. Jadi, tidak perlu lagi memoncongkan bibir untuk mendengarkan atau mentafkhimkan huruf. 

Saat Huruf Ro’ dibaca dengan Tebal

Lalu, kapan huruf ro’ (ر) tebal tersebut dilafadzkan? Membaca ro’ (ر) dengan tebal tersebut dapat dilakukan ketika:

1. Ro’ (ر) berharakat fathah/fathatain atau dhammah/dhammatain

Setiap huruf ro’ yang berharakat fathah dan dhammah maka dibaca tafkhim. Begitu pula apabila ro’ (ر) dalam keadaan tanwin selain kasratain juga dibaca tafkhim. Contoh lengkapnya sebagai berikut:

Contoh ro’ (ر) berharakat fathah dalam surat Al-Lahab ayat 4

وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ

Contoh ro’ (ر) berharakat dhammah dalam surat An-Nashr ayat 1

إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ

Contoh ro’ (ر) berharakat fathatain dalam surat Al-Lahab ayat 3

سَيَصْلَىٰ نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ

Contoh ro’ (ر) berharakat dhammatain dalam surat Al-Balad ayat 20

عَلَيْهِمْ نَارٌ مُّؤْصَدَةٌ

Baca Juga: “Fabiayyi ‘aalaa’i Rabbikumaa Tukadzdzibaan” Diulang Sampai 31 Kali, Mengapa?

2. Ro’ berharakat sukun  (رْ) didahului huruf berharakat fathah atau dhammah

Huruf ro’ sukun (رْ) dibaca tafkhim ini berlaku baik washal maupun waqaf. Ro’ sukun (رْ) washal merupakan sukun asli. Sedangkan ro’ sukun (رْ) waqaf merupakan sukun yang muncul sebab waqaf.

Contohnya:

Contoh ro’ sukun (asli atau di tengah) sebelumnya huruf berharakat fathah dalam surat Al-Lail ayat 21

وَلَسَوْفَ يَرْضَىٰ

Contoh ro’ sukun (dibaca waqaf) sebelumnya huruf berharakat fathah dalam surat Al-Kautsar ayat 1

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ

Contoh ro’ sukun (asli atau di tengah) sebelumnya huruf berharakat dhammah dalam surat Al-Qiyamah ayat 15

إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ

Contoh ro’ sukun (dibaca waqaf) sebelumnya huruf berharakat dhammah dalam surat S An-Nisa ayat 7

مِمَّا قَلَّ مِنْهُ أَوْ كَثُرَ

Baca Juga: Doa Nabi Yunus, Doa Mustajab dalam Al Quran

3. Ro’ sukun (رْ) karena waqaf, didahului huruf sukun (selain huruf ya’) yang sebelumnya ada huruf berharakat fathah atau dhammah.

Selanjutnya, ro’ sukun (sukunnya karena dibaca waqaf) sebelumnya terdapat huruf sukun (selain huruf ya’) dan sebelumnya lagi huruf berharakat fathah atau dhammah. Artinya terdapat 2 sukun sehingga kata ‘sebelumnya’ diulang 2 kali. 2 sukun ini hanya terjadi jika ro’ dibaca waqaf.

Contoh ro’ sukun (dibaca waqaf) sebelumnya sukun (selain ya’), dan sebelumnya lagi berharakat fathah dalam suratAl-Ashr ayat 1.

وَالْعَصْرِ

Contoh ro’ sukun (dibaca waqaf) sebelumnya sukun (selain ya’), dan sebelumnya lagi berharakat dhammah dalam surat Al-Ashr ayat 2.

إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ

4. Ro’ sukun (رْ) didahului hamzah washal dan kasrah

Berikutnya, ro’ sukun (asli) sebelumnya terdapat hamzah washal (ٲ) dan harakat kasrah. Harakat kasrah di sini dapat menempel di hamzah washalnya atau huruf sebelum hamzah washal. Maka ro’ (رْ) tersebut dibaca tafkhim. Ro’ (رْ) ini hanya ada pada kondisi washal karena sukunnya asli.

Contoh ro’ sukun sebelumnya hamzah washal berharakat kasrah dalam surat Al-Fajr ayat 28

ارْجِعِي إِلَىٰ

Contoh ro’ sukun sebelumnya hamzah washal dan huruf berharakat kasrah dalam surat An-Nur ayat 50

أَمِ ارْتَابُوا أَمْ يَخَافُونَ

5. Ro’ sukun (رْ) didahului huruf berharakat kasrah, bertemu huruf isti’la berharakat fathah dalam satu kata.

Ro’ (ر) dibaca tafkhim apabila ro’ (رْ) sebelumnya huruf berharakat kasrah dan setelahnya bertemu huruf isti’la berharakat fathah dalam satu kata. Yang dimaksud huruf isti’la adalah 7 huruf yaitu:

 (خ ، ص ، ض ، غ ، ط ، ق ، ظ)

Ro’ (ر) yang ada dalam syarat nomor 5 ini hanya terdapat pada 5 kata di dalam Al-Qur‘an. Salah satu contohnya terdapat dalam surat Al-Fajr ayat 14

لَبِالْمِرْصَادِ

(nwn/nin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Infaq Dakwah Quran BSM 7133370147INFAQ SEKARANG
+ +
WhatsApp chat