Belajar Mencintai Al Qur’an dari Generasi Terbaik Ummat

www.griyaalquran.id – Generasi terbaik ummat ini adalah para sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in. Menjadi generasi terbaik, tak bisa dilepaskan dengan kedekatan dengan Al Qur’an. Mereka memperjuangkan Al Qur’an sekuat yang mereka bisa.

Semakin dekat dengan Al Qur’an, semakin Hati akan menjadi lembut, pikirkan pasti tenang, sikap akan lebih bijak. Kehidupanpun menjadi penuh dengan keberkahan, kemuliaan dan ketenangan hidup. Lebih dahsyat lagi, banyak dari kalangan sahabat yang sudah dijamin surga oleh Allah.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

لَوْ أَنْزَلْنَا هَٰذَا الْقُرْآنَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ ۚ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

“Sekiranya kami turunkan Al Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk hancur berkeping-keping karena takut kepada Allah, dan perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.” (QS. Al Hasyr:21)

Baca Juga: 6 Cara Kenalkan Allah kepada Anak

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala memberi perumpamaan bahwa seandainya Al Qur’an diturunkan di atas gunung, maka pasti ia akan tunduk serta hancur disebabkan rasa takut yang besar terhadap Allah.

Jika gunung yang sangat besar dan keras saja sampai hancur karena takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala, lantas bagaimana dengan hati manusia?

Maka apabila Al Qur’an sudak masuk ke dalam hati seorang hamba, maka menjadi lembutlah hati itu dan tidak ada yang bisa mengalahkan keindahan dan kemuliaan Al Qur’an.

Lihatlah bagaimana seorang sahabat Umar bin Khattab, sahabat Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam yang dikenal sangat tegas, memiliki hati dan sifat yang keras, namun seketika luluh dan menangis ketika mendengar bacaan Al Qur’an.

Baca Juga: Al Qur’an, Tak Seharusnya Hanya Dibaca

Bahkan Umar masuk islam disebabkan beberapa ayat pembuka surat thaha yang dibaca adiknya sendiri. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

طه (١)  مَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَى (٢)  إِلا تَذْكِرَةً لِمَنْ يَخْشَى  (٣)  تَنْزِيلا مِمَّنْ خَلَقَ الأرْضَ وَالسَّمَاوَاتِ الْعُلا (٤) الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى ( ( ٥

 “Thaha. Kami tidak menurunkan Al Qur’an ini kepadamu agar kamu menjadi susah. Tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah). Yaitu diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi. (Yaitu) Tuhan yang Maha Pemurah Yang bersemayam diatas ‘Arsy.” (QS. Taha:1-5). Itulah ayat yang meluluhkan hati umar bin khattab sehingga beliau masuk Islam.

Abdullah bin Abbas pernah mengatakan, “Demi Allah, tidak ada segala apapun di dunia ini kecuali Al Qur’an sudah menyebutkannya, tidak ada secuil apapun yang terjadi di bumi, kecuali Al Qur’an sudah menjelaskan tentangnya.” Maka orang yang faham, mempelajari, dan menghafal Al Qur’an tidak akan pernah risau dengan kehidupan yang sedang ia jalani.

Hidup para pendahulu ummat Islam adalah hidup yang dipenuhi dengan keberkahan, semua itu karena mereka dekat dengan Al Qur’an. Para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tahu bahwa tidak ada cara untuk mendapat keberkahan hidup dunia akhirat kecuali berpegang teguh dengan Al Qur’an.

Baca Juga: Perlu Tahu, Inilah Berbagai Kisah dalam Surah Maryam

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “ini adalah sebuah kitab (Al Qur’an) yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” (QS. Saad:29){}

Dirangkum dari Kajian Islam “Hidup Mulia Bersama Al Qur’an”

Oleh : Ustadz Rifky Ja’far bin Thalib
Penulis : Yubayyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Infaq Dakwah Quran BSM 7133370147INFAQ SEKARANG
+ +
WhatsApp chat