Komunitas Tuna Netra Ini, Tekun Belajar Al Qur’an

www.griyaalquran.id – Jika Anda sedang sangat malas membaca dan belajar Al Qur’an, sebaiknya juga tahu bahwa di tempat lain, ada yang sedang bersemangat belajar Al Qur’an meski serba kekurangan. Berikut ini kisah para tuna netra yang tak pernah pesimis untuk belajar kalam Allah.

Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Kota Banjarmasin punya program spesial, yaitu bimbingan belajar baca Al Qur’an. Bimbingan tersebut diselenggarakan oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Dewan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Kalimantan Selatan, dengan tujuan agar umat Muslim dapat lebih mendalami ilmu agama, terutama membaca kitab suci Al Qur’an.

Mengutip dari Republika, Ketua Pertuni Banjarmasin, Arsyad menyatakan bahwa kegiatan tersebut sebagai bentuk perhatian besar bagi pihaknya yang memiliki kekurangan penglihatan.

Baca Juga: Hal Ini Membuat Terlarang Jika Menaruh Al Qur’an di dalam Mobil

Apapun dan bagaimanapun kondisinya, 30 orang menyandang tuna netra yang bergabung di Pertuni Banjarmasin ini berkomitmen ikut dalam bimbingan tersebut karena mereka ingin lancar dalam membaca Al Qur’an.

“Sebagian ada yang cuma hafal, tidak bisa membaca kitab Al Qur’an braille, di sinilah kita memiliki kesempatan mendalaminya,” ujar Arsyad.

Selain Arsyad, Hesly Junianto selaku Ketua MPM DPW Muhammadiyah Kalsel mengungkapkan bahwa melalui bimbingan ini tentunya dapat membimbing mereka ke dalam jalan yang benar sesuai dengan apa yang diridhoi oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Selain itu dapat membawa mereka bersyukur atas apa yang sudah dikehendaki-Nya.

Baca Juga:Ulama yang Wafat Setelah Melafalkan Hadits tentang Kematian

“Terkait masalah keagamaan ini, mereka yang rata-rata Muslim ingin dibimbing membaca Al Qur’an, karena itulah kita buka pengajian untuk mereka,” paparnya.

Kegiatan bimbingan belajar membaca Al Qur’an tersebut merupakan penjabaran dari program pusat yang sudah ditetapkan pada Muktamar Muhammadiyah di Makasar, dimana tugas tersebut merupakan upaya dalam menangani masyarakat yang berkebutuhan khusus.

“MPM Muhammadiyah Kalsel sudah luar biasa kegiatannya dalam memberikan perhatian bagi kaum tunanetra ini, mengupayakan bagaimana mereka bisa membaca Al Quran dengan baik,” jelas Prof Ridhani Fizi, Wakil Ketua DPW Muhammadiyah Kalsel.

Pada umumnya, kebanyakan tuna netra yang bergabung dalam Pertuni ini bekerja sebagai tukang pijat, meskipun begitu mereka tetap terus terdorong semangatnya dalam membaca Al Qur’an. MPM Muhammadiyah Kalsel akan terus membimbing mereka, ini sebagai bentuk pengabdian kepada mereka.

Baca Juga: Tips Cepat Mencari Halaman Pertama Juz Al Qur’an

Bimbingan belajar baca Al Qur’an bagi kaum tunanetra itu diselenggarakan setiap sebulan sekali dengan gratis tanpa dipungut biaya, bahkan mereka diberi uang transportasi dan uang saku setiap mengikuti kegiatan ini. Yang pertama harapannya dapat melancarkan bacaan Al Qur’an mereka sesuai tajwid dan bunyi “mahkrajul” hurufnya.

“Guru-gurunya juga dari kita, semua merasa senang bisa memberikan bimbingan agama pada saudara-saudara ini, baik yang lelaki maupun perempuannya,” tutupnya. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Infaq Dakwah Quran BSM 7133370147INFAQ SEKARANG
+ +
WhatsApp chat