Belajar dari Sahabat Rasul, Tetap Bersedekah Meski Kondisi Susah

www.griyaalquran.id- Islam mengajarkan ummatnya untuk bersedekah dalam kondisi apapun, baik saat lapang, bahkan saat sempit. Sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita bagaimana bersedekah meskipun sedang kondisi susah.

Ustadz Hasan Muhammad, MM, Direktur Operasional Griya Al Qur’an menceritakan dalam sebuah talkshow bersama Radio Suara Muslim Surabaya tentang kisah seorang sahabat miskin yang dermawan.

Dikisahkan, kala itu menjelang perang tabuk yang melawan Bangsa Romawi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajak para sahabat yang memiliki harta untuk bersedekah, sebab perang tersebut membutuhkan biaya yang cukup besar karena jarak yang jauh serta kekuatan besar yang akan dihadapi.

Seluruh umat Muslim kala itu pun berbondong-bondong mendatangi Rasulullah untuk mendaftar berjihad dan bersedekah untuk kebutuhan perang. Seperti Abu Bakar yang bersedekah dengan jumlah yang cukup besar yaitu 4000 dirham sedangkan Umar bersedekah dengan 1000 dirham. Bahkan para sahabat yang memiliki kuda akan bersedekah kuda, begitu pula yang memiliki alat perang.

Akan tetapi, lanjut Ustadz Hasan, ada satu sahabat faqir yang tidak memiliki apa-apa, namanya Ulbah bin Zaid. Di tengah kesibukan dan keramaian umat yang bersedekah, meneteslah air mata Ulbah bin Zaid, hatinya yang menggebu untuk menyambut surga dengan berjihad, pupus ditelah ketidakmampuannya atau kefakiran yang dihadapinya.

Akhirnya, Ulbah bin Zayid mengadu kepada Allah subhanahu wa ta’ala ketika malam hari di dalam shalatnya,

“Ya Allah, Engkau memerintahkan berjihad, sedangkan Engkau tidak memberikan aku sesuatu yang dapat aku bawa berjihad bersama RasulMu dan Engkau tidak memberikan di tangan RasulMu sesuatu yang dapat membawaku berangkat. Maka saksikanlah bahwa sesungguhnya aku telah bersedekah kepada setiap muslim dari semua perbuatan dzolim mereka terhadapku dari perkara harta, raga dan kehormatan.”

Ya Allah, tidak ada yang dapat aku infakkan sebagaimana yang lainnya telah berinfaq. Seandainya aku memiliki seperti yang mereka punya, aku akan lakukan untukMu, demi jihad di jalanMu. Yang aku punya hanyalah kehormatan, kalau Engkau rela menerimanya, maka saksikanlah bahwa semua kehormatanku telah aku sedekahkan untukMu malam ini.”

Berulang-ulang ia panjatkan doanya, menyerahkan segala kehormatannya kepada Allah semata hingga Fajar tiba.

Pada tengah malam malaikat-malaikat menyaksikan setiap tetes air mata Ulbah bin Zaid membasahi tempat sujudnya, kemudian malaikat Jibril mengabarkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa sedekahnya Ulbah ini diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan dijanjikan surga.

“Inilah luar biasanya keteladanan para sahabat untuk urusan berbagi dan kepekaan sosial. Apalagi ketika bulan Ramadan dan dalam kondisi yang seperti ini. Maka kita sebagai umat Muslim alangkah baiknya bila mencontoh kisah tersebut dengan mulai bersedekah. Berapapun jumlah yang akan disedekahkan, maka akan merasakan kebahagiaan tersendiri, dan Allah pun akan menggantinya yang lebih baik,” ujar Ustadz Hasan.

Donasi untuk Guru Ngaji

Ustadz Deny Baskoro dari Tim Fundraising Griya Al Qur’an yang mendampingi Ustadz Hasan dalam siaran radio memberikan penjelasan bahwa bersedekah dapat dilakukan dalam bentuk apapun, tidak selalu dalam bentuk uang.

Bersedekah itu mengajak dalam kebaikan, bukan untuk meminta. Ketika tiba bulan Ramadan, maka sebaiknya memanfaatkan momen tersebut dengan sebaik mungkin untuk mencari pahala berlipat ganda dari Allah subhanahu wa ta’ala.

“Buatlah bahwa bersedekah itu sebagai pelajaran bagi kita supaya mendidik kita memiliki jiwa sosial, tidak egoistis. Jangan sampai kita makan dalam kondisi enak sampai perut kita sakit karena kekenyangan. Ingatlah, masih banyak pula saudara-saudara kita yang perutnya juga sakit tetapi karena kelaparan,” ungkapnya.

Dengan adanya pandemi COVID-19 ini maka ada baiknya bila mengambil hikmah, bahwa Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan wabah ini pada bulan Ramadan agar umat Muslim semakin dekat dengan-Nya melalui Al Qur’an atau kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan.

Ia kemudian menjelaskan bahwa kondisi wabah ini mempengaruhi banyak lini, termasuk para guru ngaji. “Tak hanya Bapak-bapak ojol yang terdampak covid, para guru ngaji pun sudah tak lagi berpenghasilan, karena seluruh aktivitas masjid dihentikan. Lalu siapa yang memperhatikan para guru ngaji itu jika bukan kita?” katanya.  

Ustadz Deny menjelaskan, untuk yang ingin berdonasi dapat mengirimkan donasi ke bank syariah mandiri (BSM) dengan nomer rekening 7133370147 dengan kode bank 451, atas nama Infaq Dakwah Al Qur’an. Sedangkan, bila ada yang berdonasi selain dalam bentuk uang maka bisa langsung menghubungi kontak person 0822-6420-2202. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Infaq Dakwah Quran BSM 7133370147INFAQ SEKARANG
+ +
WhatsApp chat