FAQ (Frequently Asked Question) Terkait Ilmu Tajwid

11 juni GQ- Era New Normal, Griya

(griyaalquran.id) – Mengenal dan mempelajari Ilmu Tajwid bukanlah suatu hal baru. Bagi yang ingin membaca al-Quran dengan tartil, maka hendaknya ia belajar Ilmu Tajwid. Di sisi lain, muncul pertanyaan-pertanyaan di luar isi Ilmu Tajwid misalnya pengertian, sejarah, dalil, dan lain sebagainya.

Artikel ini menjawab 9 (sembilan) pertanyaan yang sering diajukan dan ditanyakan atau biasa disebut FAQ (Frequently Asked Question) perihal Ilmu Tajwid. Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini sebagian besar diambil dari kitab Taysir ar-Rahman fi Tajwid al-Quran dan al-Mufid fi Ilm at-Tajwid.

FAQ perihal Ilmu Tajwid

  1. Apa itu Ilmu Tajwid? Apa pengertian dari Ilmu Tajwid?

Tajwid secara bahasa bermakna memperindah atau memperbaiki. Secara istilah, Ilmu Tajwid adalah ilmu yang membahas tata cara membaca al-Quran dengan baik dan indah. Beberapa pendapat lain terkait arti Ilmu Tajwid dapat bermacam-macam namun masih dalam satu benang merah. Berikut beberapa pengertian Ilmu Tajwid yang dikutip dari al-Mufid dan Taysir ar-Rahman:

عِلْمٌ يُبْحَثُ فِيْ كَيْفِيَّةِ النُّطْقِ بِالْحُرُوْفِ وَمُرَاعَاةِ الْوُقُوْفِ

(Ilmu Tajwid adalah) ilmu yang membahas tata cara pengucapan huruf dan pemeliharaan waqaf.

إِخْرَاجُ كُلِّ حَرْفٍ مِنْ مَخْرَجِهِ مَعَ إِعْطَائِهِ حَقَّهُ وَمُسْتَحَقَّهُ

(Tajwid adalah) cara mengeluarkan setiap huruf dari makhrajnya serta memberikan dan memenuhi hak dan mustahak huruf itu.

  1. Seberapa penting Ilmu Tajwid itu?

Mempelari ilmu Tajwid merupakan hal yang sangat urgen dan penting. Pentingnya Ilmu Tajwid berkaitan dengan bagaimana kita membaca al-Quran dengan benar dan baik. Seseorang yang tidak mengenal Ilmu Tajwid akan kesulitan dalam membaca al-Quran, apalagi orang ‘ajam (non Arab). Menurut Ulama, ilmu Tajwid merupakan salah satu ilmu yang paling mulia.

  1. Apa hukum mempelajari Ilmu Tajwid?

Berbicara tentang hukum mempelajari Ilmu Tajwid, para Ulama membaginya ke dua pembahasan yaitu belajar istilah Ilmu Tajwid dan membaca al-Quran dengan ilmu Tajwid. Para Ulama sepakat bahwa membaca al-Quran itu harus (wajib/fardu ain) menggunakan ilmu Tajwid.

Sedangkan hukum belajar istilah Ilmu Tajwid seperti mengenal bab hukum nun sukun dan tanwin, nama-nama Mad, dan lain sebagainya, menurut sebagian Ulama adalah fardu kifayah. Dengan kata lain, mempelajari ilmu Tajwid itu merupakan opsional.

  1. Apa dalil-dalil tentang Ilmu Tajwid?

Dalil-dalil terkait ilmu Tajwid banyak ditemukan baik al-Quran, hadis, maupun ijmak ulama, misalnya dalam Q.S. Al-Muzzammil [73]: 4.

أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْءَانَ تَرْتِيْلًا

  1. Bisakah membaca al-Quran tanpa belajar Ilmu Tajwid?

Yang dimaksud dengan membaca al-Quran tanpa belajar ilmu Tajwid adalah mempelajari dan mengetahui istilah-istilah atau kosakata yang ada di dalam ilmu Tajwid. Sedangkan membaca al-Quran tetap dan harus mengaplikasikan ilmu Tajwid.

Jawabannya, bisa. Dewasa ini, di kalangan masyarakat banyak muncul metode-metode belajar al-Quran yang tidak menyertakan istilah-istilah ilmu Tajwid dalam pembelajarannya sehingga para pemula dapat membaca al-Quran dengan ringan dan singkat. Termasuk lembaga Griya al-Quran yang menawarkan pembelajaran al-Quran dengan pengenalan atau pendalaman Ilmu Tajwid.

  1. Apa saja yang dipelajari dalam Ilmu Tajwid?

Merujuk pada pendapat Abdurrahman bin Sa’dullah Aytani dalam kitab al-Mufid-nya, pembahasan ilmu Tajwid mencakup bagaimana mengucapkan huruf dengan benar dan berhati-hati dalam melakukan waqaf.

  1. Kitab-kitab ilmu Tajwid yang bisa dipelajari?

Banyak sekali kitab-kitab Tajwid yang bisa dipelajari, baik itu berbahasa Indonesia maupun berbahasa Arab. Setiap lembaga juga turut serta memasyarakatkan Ilmu Tajwid dengan menerbitkan buku ilmu Tajwid, termasuk Griya al-Quran. Untuk kitab tajwid berbahasa Arab bisa serta biasa dipelajari di masyarakat Indonesia adalah Muqaddimah Jazariyah, Tuhfatul Athfal, dan Hidayatus Shibyan.

  1. Bagaimana sejarah berkembangnya Ilmu Tajwid?

Sejarah (diawali dari benihnya) ilmu Tajwid sudah ada sejak turunnya Wahyu pertama kali. Merujuk pada kitab Taysir ar-Rahman, ilmu Tajwid secara praktek (amaliyah) sudah dilaksanakan saat malaikat Jibril menyampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad.

Lalu saat Islam berkembang luas serta masifnya penduduk ‘ajam (non Arab) yang memeluk agama Islam, barulah ilmu Tajwid mulai berdiri sendiri dari dasar, dinding, hingga utuh menjadi ilmu mandiri.

  1. Siapa pelopor dan penyusun Ilmu Tajwid pertama kalinya?

Para ulama berbeda pendapat mengenai siapa siapa bapak ilmu Tajwid. Yang dimaksud bapak di sini adalah orang yang mengawali dalam menyusun ilmu Tajwid sebagai ilmu mandiri. Dikutip dari kitab Taysir ar-Rahman, peletak pondasi ilmu Tajwid adalah Abu Aswad ad-Duali, Khalil bin Ahmad al-Farahidi, dan para imam Qiraat. (Yahya/GQ)

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya.

HR. Bukhari
Griya Al-Qur'an

Membuka kelas pembelajaran Al-Quran dan sertifikasi guru Al-Quran.

Griya Al-Qur'an Newsletter

Dapatkan info dan kabar terbaru seputar program dan layanan Griya Al-Qur’an, kami kirim langsung ke inbox email Anda. Silakan isi form untuk berlangganan newsletter.