Hukum Membaca Aplikasi Al Qur’an Bagi Perempuan Haid

www.griyaalquran.id- Kehadiran smartphone dan berbagai inovasi aplikasi di dalamnya mampu menyajikan gaya hidup yang semakin simpelMulai dari belanja, belajar, hingga membaca Al Qur’an, semua tinggal sentuh. Hukum membaca Al Qur’an bagi perempuan yang sedang haid adalah haram, tetapi bagaimana jika membacanya lewat aplikasi?

Kecanggihan dalam genggaman kini banyak merambah pada hal-hal religi, setidaknya diwakili dengan hadirnya aplikasi-aplikasi seperti pengingat waktu salat dan Al Qur’an digital. Hadirnya hal-hal baru selalu menuntun suatu keputusan hukum; apakah hal tersebut legal digunakan atau tidak. 

Salah satu yang menjadi pertanyaan banyak orang adalah legalitas membaca Al Qur’an lewat aplikasi dalam smartphone bagi perempuan yang sedang haid.

Baca Juga: 4 Keistimewaan Bagi yang Gemar Membaca Al Qur‘an

Hukum Perempuan Menyentuh dan Melafalkan Al Qur’an 

Sebagaimana sudah diketahui, bahwa perempuan haid dilarang menyentuh mushaf dan melafalkan bacaan Al Qur’an. Setidaknya, ada syarat-syarat yang harus terpenuhi dalam larangan melafalkan Al Qur’an sehingga dapat dihukumi haram.

Pertama, bersuara ketika membaca. Kedua, ada niat membaca kalam Allah subhanahu wa ta‘ala, dan hal ini sangat jarang sekali terjadi. Rata-rata orang membaca Al Qur’an berniat ibadah, bukan berniat membaca kalam Allah yang azali.

Jika dua syarat ini tidak terpenuhi, maka tidak bisa dihukumi haram, seperti membacanya dalam hati tanpa mengeluarkan suara, atau membaca dengan bersuara tapi diniati dzikir, menjaga hafalan, dan lainnya. 

Baca Juga: Belajar Tegar dengan Doa Nabi Musa

Hal ini sebagaimana  keterangan dalam Hasyiyah Al-Baijuri, Hasyiyah Al-Jamal, dan Asnal Matholib:

 “Hal-hal yang diharamkan bagi perempuan haid, yang ketiga adalah membaca Al Qur’an. Dengan gambaran ia melafalkannya hingga ia mendengar suaranya tersebut, sekiranya dia memiliki pendengaran normal dan tidak ada penghalang. Jika dia membacanya dalam hati atau hanya melihat mushaf tanpa membaca, atau membacanya dengan suara yang sangat pelan hingga dia sendiri tidak mendengarnya, maka tidak haram.” (Hasiyah al-Baijuri)

 “Bagi orang berhadas besar, haram membaca Al Qur’an dengan niat Al Qur’an, yang dimaksud niat Al Qur’an di sini adalah berniat membaca kalam Allah yang tetap pada Dzat-Nya. Lalu yang dimaksud tidak dengan niat Al Qur’an  adalah niat beribadah dengan membacanya, karena kita bisa beribadah dengan mendzikirkannya.” (Hasiyah al-Jamal ala Syarh al-Minhaj)

 “Orang yang junub (hadas besar) dilarang melakukan hal-hal yang juga dilarang bagi orang berhadas kecil, ditambah dua hal lagi. Yang pertama adalah membaca Al Qur’an dengan niat membaca kalam Allah, meskipun hanya membaca sebagian ayat. Baik disertai niat yang lain atau tidak. Maka membaca Alquran namun dengan niat dzikir tidak diharamkan. Begitu juga hukumnya bagi wanita haid dan nifas.” (Asnal Mathalib fi Syarh Raudlotit Thalib)

Baca Juga: Begini Melafadzkan Huruf Ro’ Tebal dengan Tepat

Beda Pendapat Tulisan Al Qur’an 

Kemudian, mengenai status aplikasi Al Qur’an, ada pembahasan yang cukup panjang terkait tulisan Al Qur’an yang ada di layar, apakah itu dianggap menulis (kitabah) sehingga aplikasi tersebut berstatus mushaf, atukah tidak.

Dalam hal ini terjadi perbedaan pendapat. Pendapat pertama mengategorikannya sebagai mushaf karena termasuk kitabah secara hukmi. Sedang pendapat kedua mengatakan sebaliknya, maka berdasarkan pendapat kedua ini, aplikasi Al Qur’an tidak dikategorikan sebagai mushaf sebagaimana keterangan dalam Syarh Fath Al-Lathif:

Saya belum menjumpai pendapat para pakar fikih zaman ini mengenai perangkat seluler seperti komputer dan televisi yang di dalamnya terdapat Al Qur’an, apakah haram menyetuhnya bagi orang yang hadas ketika menggunakannya dan aplikasinya terbuka, atau tidak. Pendapat saya, berdasarkan keterangan dari Syaikh Syabromallisi, menyentuhnya tidak haram.

Dari pembahasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa membaca Al Qur’an dengan aplikasi dalam smartphone bagi perempuan haid adalah boleh, asalkan tidak diniati membaca kalam Allah, dengan gambaran diniati dzikir, ibadah, atau lainnya.

Baca Juga: Griya Al Qur’an Gelar Lomba Inovasi Pembelajaran Al Qur’an Nasional

Namun, karena dalam membaca seseorang perlu untuk memegang smartphone-nya, maka ada dua pendapat. Menurut pendapat yang mengatakan aplikasi itu dikategorikan sebagai mushaf, memegangnya haram. Sedangkan menurut pendapat yang mengatakan aplikasi bukan mushaf, maka memegangnya diperbolehkan. Wallahu a’lam Bish-shawab. (nin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Infaq Dakwah Quran BSM 7133370147INFAQ SEKARANG
+ +
WhatsApp chat