Hukum Mencium Al Qur‘an Setelah Membacanya

www.griyaalquran.id- Apakah Anda termasuk seseorang yang suka mencium Al Qur‘an setelah selesai membacanya?  Sebenarnya, bagaimana hukum mencium Al-Qur’an setelah membacanya, apakah diperbolehkan?

Pemandangan yang kerap dijumpai di tengah masyarakat Muslim Indonesia setelah membaca Al Qur‘an adalah mencim mushafnya sebelum ditutup dan diletakkan. Bahkan, di kalangan masyarakat pesantren, bukan hanya Al Qur‘an yang dicium, namun juga kitab-kitab kuning setelah mereka membaca dan mempelajarinya.

Pada dasarnya, seseorang mencium Al Qur‘an karena didorong oleh kecintaan dan sikap mengagungkan Al Qur‘an. Sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Ikrimah bin Abu Jahl yang mencium Al Qur‘an karena didorong oleh sikap mengagungkan pada Al Qur‘an.

Baca juga: “Inobelqu”, Berhadiah Puluhan Juta Rupiah untuk Pengajar Al Qur’an

Hal tersebut sebagaimana disebutkan oleh Imam al-Darimi dari Abi Mulaikah, dia berkata;

أَنَّ عِكْرِمَةَ بْنَ أَبِي جَهْلٍ، كَانَ يَضَعُ الْمُصْحَفَ عَلَى وَجْهِهِ وَيَقُولُ: كِتَابُ رَبِّي، كِتَابُ رَبِّي

Sesungguhnya Ikrimah bin Abi Jahl biasanya meletakkan mushaf di wajahnya lalu berkata, ‘Kitab Tuhanku, kitab Tuhanku.’

Melalui riwayat ini, maka Imam al-Suyuthi mengatakan bahwa mencium Al Qur’an adalah sunah. Dalam kitab al-Itqan fi ‘Ulumil Quran, beliau berkata sebagai berikut:

يُسْتَحَبُّ تَقْبِيلُ الْمُصْحَفِ لِأَنَّ عِكْرِمَةَ بْنَ أَبِي جَهْلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ كَانَ يَفْعُلُهُ وَبِالْقِيَاسِ عَلَى تَقْبِيلِ الْحَجَرِ الاَسْوَدِ ذَكَرَهُ بَعْضُهُمْ وَلِأَنَّهُ هَدْيُهُ مِنَ اللهِ تَعَالَى فَشِرعَ تَقْبِيلُهُ كَمَا يُسْتَحَبُّ تَقْبِيلُ الْوَلَدِ الصَّغِيرِ

Disunahkan mencium mushaf karena Ikrimah bin Abu Jahl melakukaknnya, dan (dalil lain) adalah dengan dikiaskan dengan mencium Hajar Aswad sebagaimana disebutkan oleh sebagian ulama, dan karena mushaf Al-Qur’an merupakan anugerah dari Allah SWT. Karenanya disyariatkan menciumnya seperti disunahkannya mencium anak kecil.”

Alasan lain yang dikemukakan sebagian ulama sebagaimana dikemukakan Jalaluddin As-Suyuthi adalah bahwa kesunahan mencium mushaf itu diqiyaskan atau dianalogikan dengan kesunahan mencium Hajar Aswad.

Baca juga: Membaca dengan Tartil, Akan Lebih Meresapi Makna Al Qur’an

Persoalannya, mengqiyaskan mencium mushaf dengan mencium hajar aswad adalah qiyas yang tidak shahih, karena tidak ada qiyas dalam ibadah. Orang yang mencium hajar aswad mencari pahala dengan hal itu, demikian juga orang yang mencium mushaf. Padahal tidak ada qiyas dalam ibadah. Oleh karena itu ketika Umar mencium hajar aswad ia mengatakan:

Sungguh saya tahu benar bahwa engkau hanyalah batu, tidak memberi manfaat. Andaikan saya tidak melihat Nabi shallallahu’alaihi wasallam melakukannya, saya tidak akan menciummu.” (HR. Bukhari 1597)

Baca juga: Inilah Waktu Ampuh untuk Berdoa

Dengan demikian, mencium Al Qur‘an setelah membacanya, atau karena hal lain, hukumnya adalah sunah. Di dalam Islam, kita disunahkan untuk senantiasa mencintai dan mengagungkan syiar-syiar Islam, seperti Al-Qur’an dan Hajar Aswad. Dan salah satu bentuk mencintai dan mengagungkan syiar-syiar tersebut adalah dengan menciumnya. (nin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Infaq Dakwah Quran BSM 7133370147INFAQ SEKARANG
+ +
WhatsApp chat