Imam Ghazali Ungkap Mengapa Sedekah Harus dalam Diam

www.griyaalquran.id- Baik secara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi, sedekah tetap akan dinilai oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Namun, beberapa ulama besar seperti Imam Ghazali lebih menyarankan agar sedekah dilakukan dalam diam.

Dalam kitabnya berjudul Ihya Ulumiddin, Imam Ghazali berpendapat bahwa sedekah yang dilakukan diam-diam dapat terhindar dari riya dan kemasyuran. Hal ini didasari dari riwayat Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam yang mengutamakan sedekah pada orang miskin dengan sembunyi-sembunyi, dengan jerih payah seseorang mendapatkan harta tersebut tuk kemudian disalurkan pada orang yang tidak dikenal.

“Barangsiapa menyebut-nyebut sedekahnya, berarti menginginkan kemasyuran. Dan barangsiapa membeli di tengah orang banyak, dialah ahli riya,” jelas Imam Ghazali.

Agar tidak timbul rasa tersebut, Imam Ghazali bercerita bahwa pernah ada orang yang memasukkan uang di saku orang miskin yang sedang tidur, ada pula yang memberikan sedekahnya pada orang miskin namun melalui perantara orang lain. Tujuan dari hal hal ini tidak lain agar orang miskin tersebut tidak mengetahui si pemberi, sehingga penerima sedekah tersebut tidak merasa malu.

“Jika dalam bersedekah dicari kemasyuran dan untuk diperlihatkan pada orang lain, maka kebaikan yang menjadi rusak dan dosa pasti diperoleh,” lanjutnya.

Kembali ia bercerita kisah penyelasan kemasyuran yang dialami oleh Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu. Saat itu, Umar Bin Khattab radhiyallahu ‘anhu datang ke Masjid Nabawi. Ia melihat Mu’adz menangis dan duduk di dekat makam Rasulullah. Umar bertanya padanya mengapa ia menangis.

Mu’adz pun menjawab bahwa dia mendengar Rasulullah, bahwa sedikit bagian dari riya itu syirik. Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala, sangat mencintai orang-orang yang tinggal di pojok yang tidak dikenal, jika dia pergi tidak ada yang mencarinya, dan jika dia datang dalam suatu majelis tak seorangpun mengenalnya, hati mereka adalah pelita hidayah dan merekalah yang selamat dari gelap gulita.

Beramal terang-terangan pun sebenarnya tidak begitu di larang oleh Allah, karena menurut Imam Ghazali hal ini dapat memunculkan targhib atau dorongan pada orang lain. Contohnya, jika bersedekah hanya beberapa orang, maka mungkin saja kebutuhan umat kurang terpenuhi. Maka, dilakukanlah sedekah secara terang-terangan agar orang-orang bahu membahu memenuhi kebutuhan umat.

Terkait dengan hal tersebut, Rasulullah bersabda, “Orang yang membaca Al-Qur’an dengan suara keras adalah seperti bersedekah terang-terangan, dan orang yang membaca Al-Qur’an dengan suara perlahan adalah seperti orang yang bersedekah sembunyi-sembunyi.” (HR. Tirmidzi)

Bersedekah baik terang-terangan maupun bersembunyi memang tidak dilarang oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Jika secara terang-terangan, sedekah dapat memunculkan dorongan pada orang lain agar turut melakukan hal yang sama. Pun dengan sedekah diam-diam, dapat menyelamatkan seseorang dari kemasyuran dan riya.

Griya Al Qur’an membuka peluang berdonasi untuk pengembangan dakwah Al Qur’an. Hal ini terkait dengan tingginya buta huruf hijaiyyah di masyarakat Indonesia, negara dengan ummat Islam terbesar di dunia. Sekadar informasi, 65 persen masyarakat Indonesia buta huruf Al Qur’an. Angka ini diambil dari hasil riset Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) tahun 2018 lalu.

Untuk berdonasi, Anda dapat mengirimkan donasi melalui bank syariah mandiri (BSM) dengan nomer rekening 7133370147 dengan kode bank 451, atas nama Infaq Dakwah Al Qur’an. Sedangkan, bila ada yang berdonasi selain dalam bentuk uang maka bisa langsung menghubungi kontak person 0822-6420-2202. (ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Infaq Dakwah Quran BSM 7133370147INFAQ SEKARANG
+ +
WhatsApp chat