Pertanyaan Talk Show: Buta Huruf Hijaiyyah Apakah Diterima di Griya Al Qur’an?

www.griyaalquran.id – Program Talk show Griya Al Qur’an di Radio Suara Muslim, 93,8 FM, Kamis (14/11) lalu disambut ramai oleh pendengar. Berbagai macam pertanyaan dilontarkan mulai metode belajar dan menghafal, hingga bagaimana cara membuka cabang baru Griya Al Qur’an.

Dalam program talk show itu, Griya Al Qur’an diwakili oleh Achmad Farid, manajer training dan supervisi dan Mufid Zawawi, manajer pengembangan cabang Griya Al Qur’an.

Tim Griya Al Qur’an menjelaskan bahwa pembelajaran Al Qur’an di Griya Al Qur’an lengkap dan sudah terstruktur dengan baik. Program belajar Al Qur’an ini, menurut Ustadz Farid. “Mulai nol hingga tahfidz, semua lengkap,” kata Farid. Hal ini menjawab pertanyaan dari Elvira, salah seorang pendengar Radio Suara Muslim Surabaya. Ia bertanya, “Jika usia 40 tahun namun masih buta huruf Al Qur’an, apakah diterima di Griya Al Qur’an?”

Baca Juga: Tafsir Al Quran Surat Al Hujurat Ayat 13

“Sangat bisa. Justru di Griya Al Qur’an akan bertemu dengan teman lain dengan usia yang tidak jauh berbeda dengan kemampuan yang sama. Jadi akan saling menyemangati satu dengan lainnya,” kata Ustadz Mufid.

Fety Aisyah, penyiar Radio Suara Muslim kemudian bercerita bahwa di Griya Al Qur’an ada siswa yang saat masuk, tingkatannya baru usai mengenal huruf-huruf hijaiyyah, sekarang sudah menjadi menjadi penghafal Al Qur’an. “Bu Sri ya kalo gak salah. Usianya sudah 65 tahun, dan sekarang sudah hafal 18 juz Al Qur’an,” kata Fety.

Ada pendengar lain yang bertanya, apakah jika sudah khatam Al Qur’an berkali-kali, lalu tetap harus melakukan tes saat masuk. Pertanyaan ini dijawab oleh Ustadz Farid bahwa placement test adalah prosedur Griya Al Qur’an yang wajid dilalui.

Baca Juga: Cara Menghafal Al Qur’an untuk Anak Ala Ustad Adi Hidayat

“Fungsinya untuk penentuan level. Bukannya kita tidak yakin, namun ini sudah prosedurnya. Jika sudah lancar pasti ketahuan data placement test, jangan khawatir,” ujarnya. Selain itu, ia menambahkan, placement test dilakukan dalam rangka membuat nyaman semua siswa. Jika ada siswa yang kemampuannya di atas, namun masih ada di kelas dasar, ia akan bosan. Demikian sebaliknya, jika ia kemampuannya belum mencapai kelasnya, ia akan sulit mengejar ketertinggalan.  

Di akhir talk show, Ustadz Mufid menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang peduli terhadap pengembangan dakwah Al Qur’an. Ia menyampaikan bahwa Griya Al Qur’an berdiri bukan hanya peran para guru, tapi juga para Muhsinin.

Baca Juga: Wanita Sedang Haid, Bolehkah Membaca Al Qur’an?

“Di Benowo ada pak Gurning yang menggerakkan teman-temannya untuk peduli Al Qur’an. Ada juga teman-teman komunitas pengusaha Hipmi yang salah satu programnya membuka salah satu cabang Griya Al Qur’an untuk masyarakat. Karena pengambangan Al Qur’an adalah PR kita Bersama,” katanya. (wir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Infaq Dakwah Quran BSM 7133370147INFAQ SEKARANG
+ +
WhatsApp chat