Prihatin Bacaan Imam Masjid, Hipmi Kunjungi Griya Al Qur’an

www.griyaquran.org – Prihatin banyaknya imam yang bacaan Al Qur’annya masih banyak yang harus dibenahi, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mendatangi kantor Griya Al Quran untuk menawarkan bantuan apa yang bisa disupport untuk pengambangan dakwah Al Qur’an, Selasa (27/8).

“Terlebih jika bacaan al fatihah imam kurang pas, kami yang jadi jamaah jadi kurang khusyuk. Dan tidak satu dua kali kami menemui ini. Karena itu kami ingin bertanya, kendala-kendala apa yang ditemui Griya Al Qur’an, in syaa Allah akan kami coba support,” kata Muhammad Lutfi, Ketua BPC Hipmi Surabaya dengan bersemangat.

Baca Juga: Punya Masalah Besar? Tenang, Akan Hilang Saat Ikut Majelis Al Qur’an

Dalam kunjungan itu, Lutfi tidak sendiri, ia ditemani oleh Egan Amriel, ketua bidang 6 property, Endro Widodo, bidang 10 pemuda, olah raga dan kesehatan, dan Moch Hadi Santoso, anggota Hipmi.

Pria berdarah Medan ini kemudian mengatakan bahwa Al Qur’an adalah tanggung jawab bersama setiap Muslim, apapun profesinya, tak hanya Griya Al Qur’an. “Jika semua tersentuh Al Qur’an, rahmat Allah akan turun, semua akan kembali ke kita lagi,” katanya menambahkan.

Lutfi kemudian menjelaskan singkat tentang organisasi yang menaunginya. Ia mengatakan bahwa Hipmi adalah organisasi non profit yang merupakan kumpulan dari pengusaha muda dari berbagai bidang.

“Saya sering membahas dengan teman-teman bahwa berbisnis dengan saat ini seharusnya berbeda dengan bisnis cara konvensional,” ujarnya.

Jika dulu, ia menambahkan, semakin banyak kita simpan, semakin banyak uang tidak keluar, keuntungan semakin banyak, akan semakin kaya. Namun konsep bisnis yang sekarang ini berbeda, berdasarkan ajaran Islam. Semakin banyak memberi akan semakin mempermudah hidup. Semakin banyak sedekah akan semakin melimpah.

Baca Juga: Dibuka!! Cabang Baru Griya Al Quran di Wilayah Ampel

Mengenai banyaknya masyarakat yang belum bisa membaca Al Qur’an dengan benar, Nur Hasan, Direktur Operasional Griya Al Qur’an membenarkannya. “80 persen santri yang mendaftar di Griya Al Qur’an, setelah placement test, ada di kelas tahsin 2. Kelas lanjutan setelah mengenal huruf hijaiyyah,” akunya.

Meski demikian, ia bersyukur karena kesadaran masyarakat akan pentingnya membenahi bacaan Al Qur’an semakin tinggi dari waktu ke waktu. “Alhamdulillah, para santri yang awalnya masuk dari kelas tahsin 1 atau 2, kini sudah di tingkat tahfidz. Banyak di antaranya yang sudah mengahafal belasan juz,” kata pria 35 tahun ini.

Ia juga bercerita pengalaman Griya Al Qur’an memberi pelatihan para imam masjid di Madiun. Setelah dicek bacaan Al Qur’annya, sebanyak 70 persen dari mereka belum bisa membaca Al Qur’an dengan benar. “Padahal itu imamnya, lalu bagaimana makmumnya?” katanya.

Di akhir pertemuan, Hasan menyampaikan apresiasinya atas kunjungan Hipmi ke Griya Al Qur’an. Ia setuju bahwa dakwah Qur’an ini memang perlu disanggah bersama.

Baca Juga: Inilah Dalil Keutamaan Membaca dan Menghafal Al Quran

“PR kita bersama ini. Saat ini ada 7 cabang Griya Al Qur’an di Surabaya-Sidoarjo, dengan jumlah siswa sebanyak 1500 orang. Padahal penduduk Surabaya-Sidoarjo sekitar 5 juta orang, ini belum 1 persennya. Karenanya kami butuh dukungan banyak pihak seperti Hipmi,” katanya.

Pertemuan itu kemudian berakhir dengan kesepakatan bahwa Hipmi akan mendukung Griya Al Qur’an. “Ustadz, kami butuh apa-apa yang diperlukan Griya Al Qur’an, in syaa Allah akan kami usahakan untuk membantu, saya tunggu,” katanya kepada Hasan. (wir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
WhatsApp chat