Ini Penjelasan Detil Ustadz Adi Hidayat untuk Kata “Ihdina” dalam Al Fatihah

www.griyaalquran.id – Penggalan ayat dari surat Al Fatihah yaitu “Ihdhinashshirathal mustaqim” bila sebatas tekstual artinya berarti ‘tunjukkan kami jalan yang lurus’, namun akan berbeda tafsir dengan maksud dari kalimat asalnya. Berikut ulasan dari Ustadz Adi Hidayat.

Mengutip dari Republika.com, Ustadz Adi Hidayat memberikan ulasan mengenai tafsir dari ayat ke-6 surat Al Fatihah. Ia membagi menjadi dua bagian dari ayat tersebut. Pertama yakni ‘ihdhina’, yang merupakan kalimat fi’il ‘amr di dalam bahasa Arab.

Ustadz Adi menjelaskan, secara bahasa, fi’il ‘amr dibagi menjadi dua yaitu dari atasan kepada bawahan, yang kemudian dapat disebut sebagai perintah. “Dari Allah subhanahu wa ta’ala kepada kita sebagai umat-Nya itu perintah,” ujar pria yang baru saja menerima gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Astrolabe Instanbul, Turki itu.

Baca Juga: Membaca Al Qur’an dengan Keras dan Pelan, Mana yang Lebih Baik?

Sedangkan, sebaliknya, dari umat-Nya kepada Allah subhanahu wa ta’ala itu berarti sifatnya permohonan. Fungsi kedua inilah yang dimaksud dalam kalimat ‘ihdhina’ dalam surat Al-Fatihah tersebut.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penggalan ayat ‘ihdhina’ tersebut berasal dari kata hidayah, atau jamaknya bisa disebut hudan. Ustadz Adi memberi penejlasan bahwa hidayah tak sebatas mengandung satu makna saja.

“Maknanya bisa satu, dua, tiga, atau empat. Kalau semua (hidayah) dikumpulkan, maka menjadi jamak dan disebut dengan hudan,” tuturnya.

Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan kepada hamba-Nya bahwa permohonan utama seorang hamba adalah memohon sebuah hidayah. Kemudian, hidayah itu akan mengantarkan hamba kepada tingkat tertinggi dalam kehidupan di dunia dan akhirat.

Baca Juga: Begini Rasulullah Mencontohkan Memaknai Hujan

Ustadz Adi juga memaparkan terkait beberapa makna hidayah. Bila dilihat dari segi bahasa. Makna hidayah dapat diartikan sebagai al-irsyad. Irsyad adalah petunjuk yang dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

Ia memberikan contoh, seorang anak bisa mengelola uang sendiri kalau sudah rusydun. Dia akan dapat membedakan mana yang baik dan buruk dalam mengelolah uang tersebut.

“Kemampuan membedakan sesuatu dan menempatkan dengan benar namanya irsyad,” paparnya.

Makna hidayah juga dapat diartikan adh-dhilalah, yakni bimbingan dari Allah subhanahu wa ta’ala melalui hati dengan lembut. Dapat diartikan juga mengajak hamba-Nya kepada kebenaran.

Baca Juga: Aplikasi E-Murojaah, Memudahkan Hafalan Al Qur’an

“Contohnya suara azan. Standar kalau enggak ada bisik an, enggak ada hidayah. Atau meng arahkan kita untuk berpaling dari maksiat,” lanjutnya.

Hidayah juga dimaknai sebagai semua bentuk kebajikan yang diharapkan. Seperti halnya bila seorang hamba meminta kesuksesan, kebahagiaan, hingga rumah tangga yang tenang. Tidak hanya itu, hidayah pun bisa dimaknai dari sumbernya. Sumber hidayah yakni Allah subhanahu wa ta’ala, Al Qur’an, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Infaq Dakwah Quran BSM 7133370147INFAQ SEKARANG
+ +
WhatsApp chat