BJ Habibie: Yang Saya Baca Pertama Kali adalah Al Qur’an

www.griyaalquran.id- Al Qur’an selalu berdampak besar pada siapapun yang membacanya. Mungkin ini juga yang mempengaruhi Presiden Indonesia ketiga dalam hidupnya. Prof. Dr. Ing Bacharuddin Jusuf Habibie, mengaku bacaan pertamanya adalah Al Qur’an.

BJ Habibie dibesarkan dalam keluarga yang taat terhadap agama. Ia terlahir menjadi sosok religius dengan latar belakang agama Islam yang kuat karena bimbingan orangtuanya. “Saya lahir di desa, dari agama yang kuat. Saya belajar sejak umur tiga tahun dan yang saya baca pertama kali adalah Al Qur’an,” ujar Habibie kala itu, mengutip dari Republika.

Sejak kecil, rupanya Habibie sudah sering dibacakan atau diperdengarkan dengan Al Qur’an, kebiasaan tersebut tak lepas dari peran ayahnya, Alqi Abdul Jalil Habibie. Meski sudah pandai membaca Al Qur’an, ia tetap terus mengaji, sehingga ayahnya memanggilkan guru untuk mengajarkan agama Islam termasuk mengkaji Al Qur’an lebih dalam.

Baca Juga: Ingin Bersuara Merdu Saat Membaca Al Qur’an? Simak Penjelasan Ini

Dari pengalaman Habibie sejak kecil itulah, baginya peran orangtua dalam mendidik anak sangatlah penting. Karena nasib seseorang tak ditentukan dari sekolah saja, tapi juga guru pertamanya, yakni orangtua. Bila orangtua mendidik anaknya dengan benar, penuh ilmu dan akhlak sesuai dengan syariah Islam, maka ke depannya, anak akan menjadi sosok yang religius.

Jika dihadapkan oleh dua pilihan antara agama dan ilmu teknologi, Habibie dengan yakin mengaku akan memilih Islam. “Saya diberi kenikmatan oleh Allah subhanahu wa ta’ala ilmu teknologi sehingga saya bisa membuat pesawat terbang, tapi sekarang saya tahu bahwa ilmu agama lebih manfaat untuk umat Islam. Kalau saya disuruh milih antara keduanya, maka saya akan memilih ilmu agama,” tutur BJ Habibie dalam pidatonya ketika melakukan kunjungan di Kairo, Mesir kala itu, dikutip dari okezone.com.

Kiprah Habibie

Sebelum menjadi presiden, pria yang pernah menggagas gabungan imtaq dan iptek untuk membangun peradaban bangsa ini memiliki perjalanan yang cukup panjang dalam kiprahnya di dunia teknologi. Mengutip dari Detik.com, setelah lulus dari Fakultas Teknik ITB, Habibie kemudian melanjutkan di Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule (RWTH), Aachen, Jerman dengan spesialisasi konstruksi pesawat terbang.

Baca Juga: Inilah Dalil Keutamaan Membaca dan Menghafal Al Quran

Setelah lulus, ia bekerja dan menitih karir di perusahaan penerbangan di Jerman yang bernama Messerschmitt-Bolkow-Blohm. Hingga akhirnya, ia diminta untuk kembali ke Indonesia pada 1973. Sosoknya dianggap sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan RI yang kala itu sedang membutuhkan ahli teknologi.

Habibie pun menjadi CEO Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN), sekaligus ditunjuk menjadi Menteri Negara Riset dan Teknologi sejak tahun 1978 hingga 1998. Salah satu karya dari BJ Habibie adalah pesawat N250 yang sukses diluncurkan pada 10 Agustus 1995.

Dari perjalanan pendidikan itulah kemudian Habibie dikenal sebagai bapak teknologi Indonesia. Dimana prestasi dan pendidikannya sangatlah mengagumkan. Selain itu, ia merupakan salah satu tokoh dari lima tokoh jenius yang memiliki IQ tertinggi, yakni 200. Selamat jalan Pak Habibie, semoga Allah subhanahu wa ta’ala menempatkanmu di sisi terbaikNya. Aamiin. (Gth)

Baca Juga: Inilah Faktor Penghambat dalam Menghafal Al Qur’an

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Infaq Dakwah Quran BSM 7133370147INFAQ SEKARANG
+ +
WhatsApp chat