Indonesia Berpotensi Menjadi Negara Penghafal Al Qur’an

www.griyaalquran.id – Sebentar lagi, Indonesia merayakan hari kemerdekaan. Banyak pengharapan para ulama ke depannya untuk Indonesia. Salah satunya adalah harapan untuk Indonesia menjadi negara para penghafal Al Quran. Dan negeri ini sangat berpotensi untuk itu.

Indonesia adalah negara dengan mayoritas umat Islam terbesar di dunia. Sayangnya, dari seluruh warga Indonesia, menurut KH. Khusnul Hakim, Dewan Penasihat Nusantara Mengaji dalam jawapos, jumlah penghafal Al Qur’an di Indonesia baru 30 ribu orang.

Baca Juga: Ini Pesan Gubernur dengan 10 Anak Penghafal Al Qur’an kepada Para Orangtua

“Dari 240 juta penduduk Indonesia, ternyata jumlah penghafal Al Qur’an baru mencapai 30 ribuan. Saya berharap, ada penambahan presentase jumlah penghafal Al Qur’an di Indonesia,” katanya.

Meski demikian. Syekh Ali Jaber, da’i ternama yang berasal dari Madinah ini, dalam salah satu ceramahnya mengatakan bahwa dia yakin Indonesia akan menjadi negara Al Qur’an.

“Insya Allah Indonesia, sepanjang apapun kegelapan, sepanjang apapun kedzaliman, sepanjang apapun kehilangan keadilan. Insya Allah suatu saat terbit matahari yang adil. Dan Indonesia dapat menjadi negara Al Qur’an,” tegasnya.

Ia berpendapat demikian dengan membandingkan Indonesia dengan Turki di zaman dahulu. Turki masa lalu adalah sebuah negara yang sangat sekuler. Bahkan, ia mengatakan bahwa di Turki, azan tidak diperbolehkan dalam bahasa Arab, belajar tentang agama Islam pun juga dibatasi. Orang-orang yang melanggar hal tersebut terancam dihukum oleh pemerintah Turki.

Baca Juga: Menghafal Al Qur’an Saat Pensiun, Kini Sri Sudah Hafal 18 Juz

Kemudian, ia juga mengatakan bahwa seseorang yang dekat dengan Al Qur’an tidak akan pernah merugi. Dia akan mendapat berkah melimpah dari Allah subhanahu wa ta’ala.

“Allah meminta satu hal. Berkenan bersama dengan Al Qur’an. Apa yang akan didapat? Al Qur’an akan temani kita di dunia, akan temani kita saat sakaratul maut, akan temani kita di kuburan membela kita, akan temani kita saat dibangkitkan oleh Allah, akan menemani kita saat hisab, akan menemani kita berjalan di atas shirath, dan temani kita hingga masuk surga,” papar Syekh Ali Jaber.

Indonesia, meski masih sedikit penghafal Al Qur’an, tapi sangat berpotensi menjadi negara Al Qur’an. Hal ini dapat dilihat dari antusias para pemuda-pemudi di Indonesia yang berkehendak menjadi hafidz atau hafidzah.

Sudah banyak para hafidz Indonesia yang terkenal di penjuru dunia. Misalnya saja, Muzammil Hasballah, Musa dan Naja’ Si Hafiz Cilik, dan pemuda-pemudi lain.

Baca Juga: Ingin Bersuara Merdu Saat Membaca Al Qur’an? Simak Penjelasan Ini

Tak hanya antusias para pemuda-pemudinya, lingkungan di Indonesia pun makin hari makin mendukung untuk pendidikan bibit-bibit baru para penghafal Al Qur’an. Sudah banyak rumah-rumah tahfiz yang didirikan, beasiswa hafiz yang disediakan, dan berbagai macam pendidikan baik formal maupun non formal yang mendukung bibit-bibit baru para hafiz Al Qur’an.

Dengan begitu pun, bukan tidak mungkin jika suatu saat, Indonesia dipimpin oleh Presiden sekaligus seorang hafiz Al Qur’an.

Suatu saat, di Indonesia akan ada pengumuman besar. Imam sekaligus khatib salat Idul Fitri, Idul Adha, adalah Presiden Republik Indonesia yang juga seorang penghafal Al Qur’an. Itu yang saya yakini,” ujarnya mantap. (ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Infaq Dakwah Quran BSM 7133370147INFAQ SEKARANG
+ +
WhatsApp chat