Inilah 4 Ciri Wanita Penghuni Surga

www.griyaalquran.id- Saat ini, tidak ada yang bisa mengklaim dirinya dipastikan masuk surga. Meski demikian, Al Qur’an dan Hadist menjelaskan bagaimana ciri-ciri para wanita penghuni surga.  

Menjadi penghuni surga merupakan impian dari semua wanita muslim yang kelak akan menjadi ratu para bidadari surga. Sebagai seorang wanita muslim yang memiliki sifat serta lahiriah berbeda dengan kaum pria, maka juga terdapat perbedaan dalam amalan yang dilakukan supaya bisa mendapatkan surga seperti yang sudah diajarkan Nabi Muhammad SAW.

Lantas, apa saja ciri-ciri wanita penghuni surga yang bisa kita teladani? Berikut ulasannya.

Wanita yang menjalankan salat lima waktu dan Puasa Ramadhan

Wanita muslim yang menegakkan salat wajib lima waktu, terutama apabila dijalankan tepat waktu, adalah ciri pertama wanita penghuni surga. Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah saw.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyatakan:

إِذَا صَلَّتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا؛ قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

Apabila seorang wanita shalat lima waktu, puasa sebulan (Ramadhan), menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya: Masuklah engkau ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau sukai.” (HR Ahmad 1/191).

Baca juga: Ketika Al Qur’an Dibaca Tanpa Suara

Salat adalah tiang agama sekaligus sebagai benteng diri dari perbuatan keji dan munkar. Puasa salah satu rukun islam, maka hal ini dapat diambil kesimpulan bahwa wanita penghuni surga adalah wanita yang hanya melakukan apa yang Allah suka dan meninggalkan apa yang dibenci-Nya (takwa).

Wanita yang menjaga dirinya

Ciri wanita penghuni surga yang kedua adalah wanita yang menjaga diri.  Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda yang artinya:

أَلَا أُخْبِرُكَ بِخَيْرِ مَا يَكْنِزُ الْمَرْءُ الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ إِذَا نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهُ وَإِذَا أَمَرَهَا أَطَاعَتْهُ وَإِذَا غَابَ عَنْهَا حَفِظَتْهُ

“Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri salihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.” (HR Abu Dawud).

Hadits di atas menjelaskan bahwa wanita penghuni surga adalah wanita yang menjaga diri dari berbuat haram dan selalu berbakti kepada Allah serta suaminya. Istri tidak wajib taat atas suruhan dan arahan suami, yang bertentangan dengan hukum Allah SWT.

Selain itu, wanita juga diperbolehkan berhias asal tidak berlebihan guna untuk menyenangkan suami,  istri hendaknya tidak bermuka masam di depan suaminya, dan selalu menjaga perasaan suaminya.

Wanita yang taat pada suaminya

Wanita penghuni surga merupakan wanita yang bisa taat pada suaminya dan selalu menjaga kesucian diri serta harta suami. Wanita seperti ini senantiasa introspeksi diri saat ia melanggar ketaatan pada suaminya dan bersegera meminta maaf apabila melakukan kesalahan.

Baca juga: Aplikasi E-Murojaah, Memudahkan Hafalan Al Qur’an

Sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata: “Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.” (HR An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257. Silsilah Al-Ahadits Ash Shahihah, Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah, no. 287).

Wanita salihah yang meninggal dunia dalam keadaan suaminya rida padanya

Dalam hadis Nabi yang diriwayatkan Ummu Salamah Radhiallahu ‘Anha, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

أَيُّمَا امْرَأَةٍ مَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَنْهَا رَاضٍ دَخَلَتِ الْجَنَّةَ

“Wanita mana saja yang meninggal dunia lantas suaminya ridha padanya, maka ia akan masuk surga.” (HR Tirmidzi no. 1161 dan Ibnu Majah no. 1854).

Baca juga: Keutamaan Surat Al Waqiah, Dari Kelapangan Rezeki Sampai Mudahnya Sakaratul Maut

Berdasarkan hadits di atas dapat disimpulkan bahwa wanita penghuni surga adalah wanita yang mendapatkan rida suaminya saat ia meninggal dunia.

Maka dari itu, sudah seharusnya kaum wanita bercermin dan meneladani kehidupan dari wanita-wanita penghuni surga seperti Maryam, Khadijah, Asiah dan lainnya. (rin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Infaq Dakwah Quran BSM 7133370147INFAQ SEKARANG
+ +
WhatsApp chat