Kisah Pemuda yang Meninggal dalam Sujud

www.griyaalquran.id- Saya sudah berkali kali tidak naik kelas, sepertinya sia-sia saya belajar.

Teman teman seangkatan sudah naik kelas, saya masih saja di level ini. Apa sebaiknya saya berhenti ya?

Saya sudah tua, malu kalau belajar Al Qur’an.

Kalimat-kalimat di atas, sangat akrab di telinga kita. Kita mendengarnya dari orang tua, saudara, teman, atau bahkan kita sendiri yang berucap. Namun ketahuilah, kalimat itu adalah bisikan setan yang sering kali di hembuskan ke hati para pembelajar Al Qur’an. Jika diikuti, kita akan kalah KO oleh setan.

Baca Juga: Mengenal Nasikh wal Mansukh dalam Al Quran

Sejatinya tidak ada kata sia-sia bagi mereka yang mempelajari Al Qur’an, meskipun sudah berulang belajar namun juga belum mahir dalam membacanya. Semangat harus terus menyala dalam dada para pembelajar Al Qur’an. Karena Allah janjikan rahmat-Nya bagi mereka yang mau menyimak lantunan Al Qur’an, apalagi bagi yang terus mempelajarinya.  

Allah berfirman,

وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-A’raf 204).

Untuk lebih menyemangati agar terus belajar Al Qur’an, rasanya kita mengetahui kejadian nyata di bawah ini. Suatu ketika dikisahkan, ada seorang pemuda yang tidak bisa membaca Al Quran. Meski tidak bisa membacanya namun pemuda ini sangat rindu dan merasa tenang jika mendengar lantunan ayat-ayat Allah.

Baca Juga: Murajaah Hafalan, Trik Melawan Kantuk Saat di Jalan

Kemudian ia masuk ke masjid Nabawi dan saat berjumpa dengan seseorang ia sampaikan bahwa dirinya tidak bisa membaca Al Qur’an namun ia ingin sekali berinteraksi dengan kalam ilahi. Lalu pemuda ini meminta orang yang ia jumpai itu untuk membacakan Al Qur’an padanya. Hal ini terus ia lakukan berulang kali disaat muncul rasa rindunya pada Al Qur’an.

Suatu ketika di saat rasa rindunya memuncak, ia pergi ke masjid Nabawi dan mencari seseorang yang mau membacakan Al Qur’an padanya. Karena ketulusan niatnya dan keseriusannya kemudian ada seseorang yang mau membacakan Al Qur’an untuknya.

Sampailah sang qori’ ( pembaca) pada ayat sajadah. Kemudia ia sujud dan pemuda tadipun juga ikut sujud. Saat qori’ bangkit dari sujudnya ia dapati pemuda ini tetap sujud dan tidak kunjung bangkit. Ternyata Allah dengan rahmat-Nya telah menerima ruh pemuda yang semangat mendekat pada Al Qur’an ini dalam keadaan mendengarkan Al Qur’an.

Baca Juga: Perlu Tahu, Inilah Sejarah Pengumpulan Al Quran

Subhanallah, alangkah indahnya mereka yang mau mendekat dengan Al Qur’an. Allah muliakan hidupnya di dunia dan akhirat kelak.

Sudahkah kita suka membaca dan mendengarkan Al Quran?

(Ditulis oleh Nur Hasan, Direktur Griya Al Qur’an).

One thought on “Kisah Pemuda yang Meninggal dalam Sujud

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Infaq Dakwah Quran BSM 7133370147INFAQ SEKARANG
+ +
WhatsApp chat