Ternyata Tak Hanya Muslim yang Gembira dengan Kelahiran Rasulullah

www.griyaalquran.id- Kegembiraan atas kelahiran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam atau Maulid Nabi ternyata tak terjadi saat ini. Bahkan, tak hanya ummat muslim yang bersuka cita atas kelahiran Nabi Muhammad.

12 Rabiul Awal Tahun Gajah menjadi hari lahir Rasulullah. Sejatinya, perintah bergembira atas kehadiran Rasullulah shallallahu ‘alaihi wa sallam di muka bumi ini datang langsung dari Allah subhanahu wa ta’ala melalui firmannya:

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ

“Katakanlah, ‘Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.’” (QS. Yunus: 58)

Baca Juga: Remaja Non-Muslim Penyandang Disabilitas Ini Bisa Hafal Surat Al Qur’an

Sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, pakar tafsir kenamaan dari kalangan sahabat mentafsirkan ayat di atas tentang rahmat Allah subhanahu wa ta’ala ialah sosok Rasulullah sang pemberi peringatan. Dan perintah bergembira itu adalah perintah untuk gembira akan kelahiran Rasulullah.

Sudah menjadi tradisi di kalangan para sahabat untuk senang akan kedatangan Rasululluah. Kala itu penduduk Madinah setiap hari keluar bersama untuk menunggu kedatangan Rasulullah hijrah dari Makkah. Mereka keluar rumah setelah waktu Subuh sampai tengah hari. Jika tidak ada tanda-tanda kemunculan Rasulullah, maka mereka kembali pulang ke rumah masing-masing.

Suatu hari, Rasulullah datang dan orang yang melihat pertama kali adalah seorang lelaki Yahudi, seketika berteriak, “Wahai Bani Qailah, ini pemimpin kalian, sungguh telah datang!” Berbondong-bondong, 500 orang kaum Anshor menyambut kedatangan Rasulullah.

Baca Juga: Radikalisme Justru Bertentangan dengan Al Qur’an

“Saya tidak pernah melihat pemandangan Kota Madinah segempar hari kedatangan Rasulullah dan hari wafatnya Rasulullah,” kata sahabat Anas bin Malik yang saat itu melihat kegemparan Kota Madinah.

Gemparnya Kota Madinah menjadi bukti akan rasa rindu dan cintanya penduduk Madinah terhadap Rasulullah, hingga sampai saat ini, umat Muslim masih merasakan cinta dan rindu yang besar kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Peringatan Maulid Nabi kemudian menjadi wadah untuk mengekspresikan rasa tersebut. Beragam kegiatan dilakukan untuk memepringati hari besar tersebut, seperti mendendangkan kasidah dan pujian kepada Rasulullah sampai ada yang meneteskan air mata karena kerinduan yang mendalam atau keinginan untuk berjumpa kelak ketika di akhirat.

Baca Juga: Cara Menghafal Al Qur’an untuk Anak Ala Ustad Adi Hidayat

Umat Muslim begitu mencintai Rasulullah sebab Rasulullah sudah mencintai umatnya bahkan sebelum dilahirkan ke muka bumi. Sungguh Rasulullah pernah jatuh pingsan dan menangis saat malaikat Jibril mengatakan kepadanya, bahwa akan ada umatnya yang masuk neraka. Mereka masuk neraka karena belum bertaubat hingga kematiannya. Rasulullah langsung menangis bersimbah air mata.

Dengan besarnya rasa cinta Rasulullah tersebut, maka sudah sewajarnya bagi Umat Muslim untuk bershalawat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai tanda kerinduan dan kecintaan kita. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Infaq Dakwah Quran BSM 7133370147INFAQ SEKARANG
+ +
WhatsApp chat