Kiat Agar Dapat Senantiasa Mengkhatamkan Al-Qur‘an

www.griyaalquran.id- Generasi sahabat adalah generasi terbaik atau khairul qurun. Hal itu karena mereka memiliki ihtimam atau perhatian sangat besar terhadap Al-Qur’an. Mereka juga mengupayakan senantiasa untuk terus mengkhatamkannya. Dalam hal ini, ternyata ada waktu yang tepat dan kiat yang perlu kita ketahui agar dapat senantiasa mengkhatamkan Al-Qur‘an.

Menjadi khairul qurun, para sahabat Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam membaca Al-Qur‘an dengan al-hal wal murtahal, yaitu membacanya dari awal hingga akhir, dan setiap kali selesai ia mengulanginya lagi dari awal. Dengan tilawatul qur’an sebagai kunci utama kesuksesan mereka, di mana yang dimaksud, dikatakan Imam Syahid Hasan Al-Banna adalah:

“Usahakan agar Anda memiliki wirid harian yang diambil dari kitabullah minimal satu juz per hari dan berusahalah agar jangan mengkhatamkan Al-Qur’an lebih dari sebulan dan jangan kurang dari tiga hari.”

Waktu Mengkhatamkan Al-Qur’an

Dari Abdullah bin Amru bin Ash, dari Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau berkata, “Puasalah tiga hari dalam satu bulan.” Aku berkata, “Aku mampu untuk lebih banyak dari itu, wahai Rasulullah.” Namun beliau tetap melarang, hingga akhirnya beliau mengatakan, “Puasalah sehari dan berbukalah sehari, dan bacalah Al-Qur’an (khatamkanlah) dalam sebulan.” Aku berkata, “Aku mampu lebih dari itu, wahai Rasulullah?” Beliau terus malarang hingga batas tiga hari. (HR. Bukhari)

Hadits tersebut menunjukkan batasan waktu paling minimal dalam membaca Al-Qur’an. Karena dalam hadits lain, Rasulullah membatasi hanya boleh dalam lima hari, atau dalam hadits yang lain juga disebutkan dalam tujuh hari. Untuk itu, disimpulkan batasan paling cepat dalam mengkhatamkan Al-Qur‘an adalah tiga hari.

Hadits di atas juga mengisyaratkan larangan Rasulullah untuk mengkhatamkan Al-Qur’an kurang dari tiga hari. Hikmah di balik larangan tersebut, Rasulullah mengatakan dalam sebuah hadits, “Dari Abdullah bin Amru, beliau mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, “Tidak akan dapat memahami/menghayati Al-Qur’an, orang yang membacanya kurang dari tiga hari.” (HR. Abu Daud).

Di sisi lain, Rasulullah juga tidak pernah mengkhatamkan Al-Qur’an dalam satu malam. Ini sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits pula yang diriwayatkan dari istri Rasulullah, “Dari Aisyah radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan, “Aku tidak pernah tahu Rasulullah mengkhatamkan Al-Qur’an secara keseluruhan pada malam hingga fajar.” (HR. Ibnu Majah).

Kiat-kiat Agar Senantiasa Dapat Mengkhatamkan Al-Qur’an

Ada beberapa kiat yang barangkali dapat membantu dalam mengkhatamkan Al-Qur’an seperti mengutip dari Dakwatuna, di antaranya adalah:

Pertama, adalah memiliki ‘azam’ yang kuat untuk dapat mengkhatamkannya dalam satu bulan. Atau dengan kata lain, memiliki azam untuk membacanya satu juz dalam satu hari.

Kedua, melatih diri dengan bertahap untuk dapat tilawah satu juz dalam satu hari. Misalnya untuk sekali membaca (tanpa berhenti) ditargetkan setengah juz, baik pada waktu pagi ataupun petang hari. Jika sudah dapat memenuhi target, diupayakan ditingkatkan lagi menjadi satu juz untuk sekali membaca.

Ketiga, mengkhususkan waktu tertentu untuk membaca Al-Qur’an yang tidak dapat diganggu gugat, kecuali jika terdapat sebuah urusan yang teramat sangat penting. Hal ini dapat membantu kita untuk senantiasa komitmen membacanya setiap hari. Waktu yang terbaik yang bisa diambil adalah saat ba’da subuh.

Keempat, menikmati bacaan yang sedang dilantunkan oleh lisan kita. Atau bahkan, akan lebih baik lagi jika memiliki lagu tersendiri yang stabil, yang meringankan lisan untuk melantunkannya. Hal ini akan lebih membantu untuk menghilangkan kejenuhan ketika membacanya.

Kelima, usahakan untuk senantiasa membersihkan diri yaitu berwudhu’ terlebih dahulu sebelum membaca Al-Qur’an. Karena dengan membaca dalam kondisi berwudhu’, maka sedikit banyak akan membantu menenangkan hati yang tentunya membantu dalam keistiqamahan membaca Al-Qur’an.

Keenam, membaca kembali mengenai interaksi generasi awal umat Islam dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an, baik dari segi tilawah, pemahaman, ataupun pengaplikasiannya.

Ketujuh, beri iqab atau hukuman secara pribadi jika tidak dapat memenuhi target membaca Al-Qur’an. Misalnya dengan kewajiban infaq, menghafal surat tertentu, dan lain sebagainya, yang disesuaikan dengan kondisi pribadi.

Kedelapan, senantiasa memotivasi antar anggota keluarga dalam mengkhatamkan Al-Qur‘an, ini bisa dilakukan dengan bertasyakuran atau dengan memberikan ucapan selamat dan hadiah.

Itulah kiat dalam upaya untuk senantiasa mengkhatamkan Al-Qur’an, di mana melakukannya merupakan sifat Rasulullah, para sahabat, salafuna shaleh, dan orang-orang mukmin yang memiliki ketakwaan kepada Allah. Sehingga sebenarnya kita juga dapat memposisikan Al-Qur’an sebagaimana mereka memiliki semangat, meskipun kita jauh dari mereka. Wallahu a’lam bish-shawab. (nin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Infaq Dakwah Quran BSM 7133370147INFAQ SEKARANG
+ +
WhatsApp chat