Makna “Fitnah” di Indonesia, Ternyata Berbeda dengan Al Qur’an

www.griyaalquran.id – Arti kata “fitnah” dalam Bahasa Indonesia ternyata sama sekali berbeda dengan yang dimaksud dalam Bahasa Arab. Dalam Al Qur‘an, kata fitnah mempunyai beberapa makna. Berikut ini beberapa makna fitnah dari Al Qur’an.

Secara bahasa kata fitnah berasal dari bahasa Arab yang artinya ujian dan cobaan. Hal ini sebagaimana dikemukaan beberapa pendapat, seperti dalam kitab Tahdzib al-lughah karya Al-Azhari.

Ibnu Faris dalam kamus Maqayis al-lughah menjelaskan, bahwa kata yang berasal dari huruf fa, ta, dan nun ini menunjukkan makna ujian dan cobaan. Adapun makna kata fitnah sendiri dalam Al Qur’andisebutkan dalam beberapa surat. Di antara makna fitnah dalam Al Qur’an tersebut, seperti dilansir dari Republika adalah:

Fitnah dengan makna ujian

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi?

Baca Juga: Kisah Pemuda yang Merasakan Keajaiban Waktu karena Al Qur’an

Ini seperti diungkapkan dalam surat Al-Ankabut ayat 2. Fitnah di sini berarti bahwa Allah Subhanahu wa Ta‘ala pasti akan menguji dan mencoba keimanan hamba-hamba-Nya yang mengaku beriman.

Fitnah bermakna syirik

وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُمْ مِنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ ۚ وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ ۚ وَلَا تُقَاتِلُوهُمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ حَتَّىٰ يُقَاتِلُوكُمْ فِيهِ ۖ فَإِنْ قَاتَلُوكُمْ فَاقْتُلُوهُمْ ۗ كَذَٰلِكَ جَزَاءُ الْكَافِرِينَ

Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Makkah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir.

Sebagaimana terdapat dalam ayat 191 surat Al-Baqarah, kesyirikan atau menyekutukan Allah Subhanahu wa Ta‘ala itu lebih besar dosanya dari perbuatan dosa lainnya.

Fitnah bermakna mencegah orang berbuat baik

وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُصِيبَهُمْ بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَ

Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.

Baca Juga: Mengaji, Perniagaan yang Tak Pernah Merugi

Mencegah sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Maidah ayat 49 di sini juga bisa berarti menghalangi orang berbuat baik.

Fitnah bermakna siksaan

ثُمَّ إِنَّ رَبَّكَ لِلَّذِينَ هَاجَرُوا مِنْ بَعْدِ مَا فُتِنُوا ثُمَّ جَاهَدُوا وَصَبَرُوا إِنَّ رَبَّكَ مِنْ بَعْدِهَا لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

Dan sesungguhnya Tuhanmu (pelindung) bagi orang-orang yang berhijrah sesudah menderita cobaan, kemudian mereka berjihad dan sabar; sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dalam Surat An-Nahl ayat 110 ini, menderita cobaan yang dimaksudkan adalah disiksa agar tidak memeluk Islam.

Fitnah bermakna dibunuh atau ditawan

وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِي الْأَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَقْصُرُوا مِنَ الصَّلَاةِ إِنْ خِفْتُمْ أَنْ يَفْتِنَكُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ إِنَّ الْكَافِرِينَ كَانُوا لَكُمْ عَدُوًّا مُبِينًا

Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu men-qashar sembahyang(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.”

Seperti yang diungkapkan dalam surat An-Nisa’ ayat 101. Dalam ayat ini, kata fitnah bermakna dibunuh atau ditawan, yakni kaum Muslimin ketika berperang dibolehkan untuk mengqashar salatnya jika takut dibunuh atau ditawan oleh musuh.

Baca Juga: Cara Menghafal Al Qur’an untuk Anak Ala Ustad Adi Hidayat

Fitnah bermakna menyesatkan

Fitnah bermakna menyesatkan ini sebagaimana disebutkan ayat 41 surat Al-Maidah.

وَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ فِتْنَتَهُ فَلَنْ تَمْلِكَ لَهُ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا ۚ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَمْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يُطَهِّرَ قُلُوبَهُمْ ۚ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ ۖ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

“Barangsiapa yang Allah menghendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatupun (yang datang) daripada Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak mensucikan hati mereka. Mereka beroleh kehinaan di dunia dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar”.

Fitnah bermakna dibakar dengan api

Sebagaimana terdapat dalam surat Al-Buruj ayat 10. Maksud dari kata fitnah dalam ayat ini adalah membakar. Yaitu, orang-orang beriman dibakar hidup-hidup karena mereka beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta‘ala.

إِنَّ الَّذِينَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيقِ

“Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar.”

Fitnah bermakna ketidakjelasan hak-batil

Fitnah bermakna ketidakjelasan antara yang hak dan yang batil ini seperti dijelaskan dalam firman-Nya dalam surat Al-Anfal ayat  73.

وَالَّذِينَ كَفَرُوا بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ إِلَّا تَفْعَلُوهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ

“Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.”

Baca Juga: Keutamaan Surat Al Waqiah, Dari Kelapangan Rezeki Sampai Mudahnya Sakaratul Maut

Al-Thabari dalam tafsirnya menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan fitnah dalam ayat ini adalah ketidakjelasan antara yang hak dan yang batil sehingga orang banyak mencampuradukkan antara keduanya.

Fitnah bermakna gila

Kata ini ada di dalam surat Al-Qalam ayat 6.

بِأَيْيِكُمُ الْمَفْتُونُ

“Siapa di antara kamu yang gila.”

Dari sini kita mengetahui, beberapa makna kata fitnah dalam Al Qur’anternyata memiliki makna yang berbeda dengan bahasa Indonesia, yang berarti tuduhan tanpa dasar atau bukti. Untuk mengetahui maksud kata fitnah dalam Al Qur’ansendiri, dapat dilakukan dengan melihat konteks kata itu dalam kalimat.

Apabila fitnah berasal dari Allah Subhanahu wa Ta‘ala kepada manusia, maka maksudnya antara dua; ujian dan siksaan, baik di dunia maupun di akhirat. Namun jika fitnah itu berasal dari manusia untuk manusia yang lain, maka fitnah bermaksud pemaksaan atau penganiayaan disebabkan agama.

Selain itu, fitnah juga bisa bermaksud tipu daya dan muslihat agar orang meninggalkan agamanya. Sedangkan jika fitnah itu berasal dari setan, maka maksudnya adalah tipu daya dan muslihat agar orang meninggalkan atau jauh dari ajaran agamanya. (nin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Infaq Dakwah Quran BSM 7133370147INFAQ SEKARANG
+ +
WhatsApp chat