Membaca Al-Qur’an hingga Menangis Disunahkan, Begini Tipsnya Menurut Imam Al-Ghazali

14 Juli 20 GQ-Membaca Al-Qur’an hingga Menangis Disunahkan, Begini Tipsnya Menurut Imam Al-Ghazali

www.griyaalquran.id- Ada satu kisah dalam hadist shahih Bukhari yang mengisahkan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah menangis saat mendengar bacaan Al-Qur‘an, di mana hadist tersebut menjadi tanda, bahwa menangis saat mendengar, apalagi ketika membaca Al-Qur‘an adalah satu tanda muslim yang beruntung dan mendapat pahala sunnah.

Ialah Abdullah bin Mas’ud, salah satu qari’ kepercayaan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam. Ketika Rasulullah memanggilnya, itu artinya ada hal penting, termasuk Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam akan mengajarkan ayat Al-Qur’an, wahyu yang baru saja turun. Namun, suatu saat tidak seperti biasanya, Rasulullah memanggilnya bukan untuk mengajarkan salah satu ayat.

Rasulullah kala itu malah memerintahkannya untuk membacakan sebuah ayat. Abdullah bin Masud agak bingung. Tidak seperti biasanya Rasulullah seperti itu. Ia pun memberanikan diri untuk bertanya. “Wahai Rasulullah, apakah aku layak untuk membacakanmu sebuah ayat dari Al-Qur’an? Bukankah engkau yang lebih layak? Kepada engkaulah Al-Qur’an itu diturunkan,” protes Ibnu Mas’ud.

“Bacalah saja, aku ingin mendengarnya dari orang lain,” jawab Rasul.

Tak ingin membantah, Ibnu Mas’ud pun mulai membaca Al-Qur’an. Ia membaca surat An-Nisa hingga sampai pada suatu ayat, “Dan bagaimanakah sekiranya Kami mendatangkan manusia dari seluruh umat dengan seorang saksi, lalu kami mendatangkanmu sebagai saksi atas mereka.”

Rasul memotong bacaan Ibn Masud, “Berhenti!” Seketika itu Ibn Masud melihat mata Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam tengah menitikkan air mata.

Begitulah kisah itu ditemui dalam kitab Sahih Bukhari riwayat Ibn Masud, di mana Rasulullah saat dibacakan Al-Qur’an, ia menangis. Tanda bahwa beliau Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam menghayati bacaannya. Itulah mengapa, menangis menjadi salah satu kesunnahan saat membaca Al-Qur’an, tanda bahwa sang qari’ tersebut menghayati bacaannya hingga menangis, walaupun hal ini tidak bisa menjadi parameter penuh.

Namun mengenai hal tersebut, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah bersabda, “Sesungguhnya Al-Qur’an ini diturunkan dengan kesedihan, jika kalian membacanya, maka menangislah, dan jika tidak bisa menangis, maka pura-puralah untuk menangis.” (Ibn Majjah, Sunan Ibn Majjah, [Beirut: Dar al-Fikr, t.t], h. 424).

Tips Imam al-Ghazali Agar Dapat Menangis Saat Membaca Al-Qur‘an

Pura-pura menangis yang dimaksud dalam hadist adalah berusaha atau memaksa agar mampu menangis. Imam al-Ghazali memberikan beberapa tips agar kita mampu membaca Al-Qur’an dengan menghayatinya—hingga kita mampu menangis.

Sebagaimana disebutkan, pertama yang harus dilakukan oleh seorang qari’ adalah menghadirkan rasa sedih saat membaca Al-Qur’an. Karena Al-Qur’an diturunkan dengan kesedihan.

“Imam al-Ghazali berkata: Sesungguhnya cara untuk memaksa diri agar bisa menangis (saat membaca Al-Qur’an) adalah dengan menghadirkan rasa sedih dalam hati.” (Muhyiddin Abu Zakariya an-Nawawi, al-Adzkar an-Nawawi, [Beirut: Dar al-Kutb al-Islamiyah, 2004], j. 1, h. 165)

Tetapi, rasa sedih tidak mungkin bisa serta merta hadir. Untuk itu, agar rasa sedih itu bisa hadir, Imam al-Ghazali menjelaskan, “Cara menghadirkan rasa sedih adalah dengan merenungkan ancaman dan janji-janji Allah. Kemudian merenungkan kelalaian kita dalam perintah-perintah dan larangan-larangan Allah, tentu kesedihan akan tak dapat terelakkan, kemudian menangis.” (Muhyiddin Abu Zakariya an-Nawawi, al-Adzkar an-Nawawi, (Beirut: Dar al-Kutb al-Islamiyah, 2004), j. 1, h. 165).

Untuk itu, jika saat ini kita termasuk orang-orang yang masih belum lancar dalam membaca Al-Qur‘an, meski sudah memasuki usia dewasa, maka tidak ada kata terlambat untuk mempelajarinya daripada tidak sama sekali. Mendukung hal tersebut, Griya Al-Qur‘an memiliki program Ngaji Privat Online. Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran dapat dilakukan dengan menghubungi Ustadz Afif di nomor 085 7322 55333.

Selanjutnya, mulai mengingat ancaman, siksaan, dosa, dan lain sebagainya, jika tidak mampu membuat kita menangis, maka, menurut al-Ghazali, maka hal itu merupakan musibah terbesar dalam hidup. Wallahu a’lam bish-shawab. (nin)

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya.

HR. Bukhari
Griya Al-Qur'an

Membuka kelas pembelajaran Al-Quran dan sertifikasi guru Al-Quran.

Griya Al-Qur'an Newsletter

Dapatkan info dan kabar terbaru seputar program dan layanan Griya Al-Qur’an, kami kirim langsung ke inbox email Anda. Silakan isi form untuk berlangganan newsletter.

Wakaf

10.000 Al-Quran

Persembahkan Pahala Amal Jariyahnya untuk Orang Tua dan Keluarga Tercinta