Meneladani Kisah Lockdown Nabi Yunus di Perut Paus

www.griyaalquran.id- Nabi Yunus ‘alaihissalam ternyata pernah menerapkan isolasi diri atau yang kini banyak disebut lockdown. Al-Qur‘an  telah mengungkapkan kisah-kisah para nabi untuk menjadi peringatan dan pelajaran bagi semua orang yang beriman dan beribadah kepada Allah subhanahu wa ta‘alaLalu apa hikmah yang dipetik yang bisa dijadikan pelajaran dari kisah lockdown-nya Nabi Yunus?

Nabi Yunus ‘alaihissalam pernah kesal dan menjauhi (distance) kaumnya karena mereka tidak mau beriman kepada Allah dan risalah-Nya yang ia bawa. Beliau pun keluar dari negeri itu dan menaiki bahtera kapal.

Sebagaimana kisah nyata yang direkam oleh Allah dalam Al-Qur‘an surat Al-Anbiya ayat 87-88, surat As-Shaffat ayat139-148, dan surat Yunus: 98, Allah subhanahu wa ta‘ala menghukum Nabi Yunus dengan lockdown di dalam perut ikan paus.

Peristiwa isolasi dan lockdown ini, menurut Ustadz Fahmi Salim Zubair, Lc, MA, termasuk peristiwa paling mengerikan dalam sejarah manusia. Nabi Yunus hidup sendirian tiada kawan. Gelap tiada cahaya. Panas lemak ikan paus tiada ventilator. Sepi senyap tiada sinyal apapun. Tak ada listrik, apalagi internet.

“Mau berteriak minta tolong? Mustahil didengar manusia, karena lockdown di tiga lapis kegelapan: malam hari, dalam perut ikan, dan di dasar lautan dalam. Apa yang terjadi?” tulis pria yang merupakan Sekretaris Komisi Dakwah MUI Pusat tersebut.

Menurut Ustadz Fahmi, yang dilakukan Nabi Yunus kala itu hanyalah berpasrah kepada Allah, berdzikir dengan penuh keyakinan. Pertama melafalkan tauhid, “laa Ilaha Illa anta”. Kedua, malafalkan tasbih, “subhanaka”, dan terakhir melakukan pengakuan dosa dan taubatan nasuha, “Inni kuntu minazzalimin”.

دَعْوَةُ ذِى النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِى بَطْنِ الْحُوتِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ. فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِى شَىْءٍ قَطُّ إِلاَّ اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ

“Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus adalah: Laa Ilaha Illa Anta, Subhanaka Inni Kuntu Minaz Zalimin. (Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk di antara orang-orang yang berbuat aniaya). Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah melainkan Allah kabulkan baginya.” (HR. Tirmidzi no. 3505)

Al-Qur‘an pun juga mengutip hal ini.

وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ (87) فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ (88)

“Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: “Bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Maha suci Engkau, sesungguhnya aku adalah Termasuk orang-orang yang zalim. Maka Kami kabulkan (doa)nya, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan (Kami lipat gandakan jumlah mereka) sebagai suatu rahmat dari Kami, dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Kami.” (QS: Al Anbiya’: 87-88)

Untuk itu, semoga sikap Nabi Yunus ‘alaihissalam dalam menghadapi keadaan yang kurang lebih mirip dengan situasi yang sedang kita hadapi ini dapat kita petik hikmah dan teladani. Wallahu a’lam bish-shawab. (nin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Infaq Dakwah Quran BSM 7133370147INFAQ SEKARANG
+ +
WhatsApp chat