Mengetahui Waktu yang Tepat untuk Bersedekah

www.griyaalquran.id- Sedekah. Mendengarnya, sebagian besar umat Muslim pasti telah mengenal keutamaannya. Betapa tidak, harta yang merupakan bagian yang dicintai dalam hidup kita, harus diberikan sebagian pada pihak lain. Tetapi untuk menambah keutamaannya, apakah Anda sudah mengetahui waktu yang utama untuk bersedekah?

Sedekah berasal dari As-Shidq, artinya jujur. Seorang muslim yang bersedekah berarti dia membuktikan kejujurannya dalam beragama. Karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut sedekah sebagai burhan yang berarti bukti. Dalam hadis dari Abu Malik Al-Asy’ari Rasulullah bersabda:

“Shalat adalah cahaya, sedekah merupakan bukti (burhan), sabar itu sinar panas, sementara Al-Qur‘an bisa menjadi pembelamu atau sebaliknya, menjadi penuntutmu.” (HR. Muslim 223)

Sedekah disebut burhan karena sedekah merupakan bukti kejujuran iman seseorang. Artinya, sedekah dan pemurah identik dengan sifat seorang mukmin. Sebaliknya, kikir dan bakhil terhadap apa yang dimiliki identik dengan sifat orang munafik.

Dalam Al-Qur‘an, setelah menceritakan sifat orang munafik, Allah menyambungnya dengan perintah agar orang yang beriman memperbanyak sedekah. Dalam surat Al-Munafiqun Allah Subhanahu wa Ta‘ala berfirman:

وَأَكُن مِّنَ ٱلصَّٰلِحِينَ فَأَصَّدَّقَ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَآ أَخَّرْتَنِىٓ إِلَىٰٓ أَجَلٍ قَرِيبٍ أَنفِقُوا۟ مِن مَّا رَزَقْنَٰكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِىَ أَحَدَكُمُ ٱلْمَوْتُ وَ

Infakkanlah sebagian dari apa yang Aku berikan kepada kalian, sebelum kematian mendatangi kalian, kemudian dia mengiba: “Ya Rab, andai Engkau menunda ajalku sedikit saja, agar aku bisa bersedekah dan aku menjadi orang shaleh.” (QS. Al-Munafiqun: 10).

Untuk itulah, seorang hamba hanya akan mendapatkan hakikat kebaikan dengan bersedekah melalui harta yang paling dicintai (QS. Ali Imran: 92).

Sedekah dengan banyak keutamaan, tentu saja nilainya bertingkat-tingkat sesuai keadaan ketika bersedekah. Beberapa keadaan yang menyebabkan sedekah bernilai lebih utama yakni:

Sedekah secara rahasia

Merahasiakan sedekah akan lebih mendekati ikhlas. Karena itulah, nilainya lebih besar dibanding sedekah yang diketahui orang lain. Allah Subhanahu wa Ta‘ala berfirman,

عَنكُم مِّن سَيِّـَٔاتِكُمْ إِن تُبْدُوا۟ ٱلصَّدَقَٰتِ فَنِعِمَّا هِىَ ۖ وَإِن تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا ٱلْفُقَرَآءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ 

“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu..” (QS. Al-Baqarah: 271)

Sedekah ketika masih sehat, kuat, dan punya harapan hidup lebih lama

Dari Abu hurairah radhiyallahu ‘anhu, ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sedekah seperti apakah yang paling besar pahalanya?” Beliau menjawab:

“Engkau bersedekah ketika kamu masih sehat, rakus dengan dunia, takut miskim, dan bercita-cita jadi orang kaya. Jangan tunda sedekah sampai ruh berada di tenggorokan, kemudian kamu mengatakan: ‘Untuk si A sekian, si B sekian, padahal sudah menjadi milik orang lain (melalui warisan). (HR. Bukhari & Muslim)

Pada saat sehat dan muda, umumnya manusia masih sangat butuh harta, dan cenderung mencintai harta dan kekayaan. Untuk itu, bersedekah pada kondisi tersebut akan membutuhkan perjuangan yang lebih besar untuk melawan napsunya, dibandingkan sedekah yang dilakukan oleh orang yang tidak lagi punya harapan banyak dengan kehidupan dunia karena sudah tua.

Sedekah setelah menunaikan kewajiban nafkah keluarga

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik sedekah adalah harta sisa selain jatah nafkah keluarga. Mulailah dari orang yang wajib kamu nafkahi.” (HR. Bukhari & Muslim).

Sedekah ini bernilai lebih baik, karena dilakukan tanpa menelantarkan kewajibannya. Mengingat kaidah baku dalam syariat, amal wajib lebih didahulukan dari pada amal sunah.

Sedekah pada saat krisis

Orang yang memiliki sedikit harta, namun dia berani bersedekah, menunjukkan keseriusan dalam beramal, disamping sikap istiqamah yang dia lakukan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Satu dirham bisa mengalahkan seratus ribu dirham.” Para sahabat bertanya, “Bagaimana bisa demikian?

Rasulullah menjawab, “Ada orang yang memiliki 2 dirham, kemudian dia sedekahkan satu dirham. Sementara itu ada orang yang memiliki banyak harta, kemudian dia mengambil seratus ribu dirham untuk sedekah.” (HR. Nasai dan dinilai hasan oleh Al-Albani).

Di tengah krisis akibat dampak pandemi saat ini, Griya Al Qur’an tengah menggagas program Peduli Guru Al Qur’an. Tujuannya, agar guru-guru ngaji dapat terus mengajarkan Al Qur’an serta membantu menghidupi keluarganya.

Untuk itu, apabila Anda ingin berdonasi berupa uang bisa dengan mudah dilakukan ke Bank Syariah Mandiri (BSM) nomor rekening 7133370147 dengan kode bank 451, atas nama Infaq Dakwah Al Qur’an. Sementara donasi selain dalam bentuk uang dapat langsung diberikan dengan menghubungi narahubung 0822-6420-2202. (nin)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Infaq Dakwah Quran BSM 7133370147INFAQ SEKARANG
+ +
WhatsApp chat