Tergesa-gesa yang Diharuskan dalam Al Qur’an

www.griyaalquran.id- Salah satu sifat buruk manusia yang disebutkan dalam Al Qur’an adalah sifat tergesa-gesa. Perilaku tergesa-gesa bahkan menurut Rasulullah adalah perilaku yang datang dari setan. Namun ternyata, ada lima hal tergesa-gesa bernilai positif yang juga perlu dilakukan.

Beberapa ayat Al Qur’an menjelaskan, bahwa tergesa-gesa memang adalah sifat manusia, seperti dijelaskan dalam Al Qur’an Surat al-Anbiyâ’ ayat 37.

خُلِقَ الْإِنْسَانُ مِنْ عَجَلٍ ۚ سَأُرِيكُمْ آيَاتِي فَلَا تَسْتَعْجِلُونِ

Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perIihatkan kepada kalian tanda-tanda (azab-Ku), Oleh karena itu, janganlah kalian minta kepada-Ku untuk mendatangkannya dengan segera!

Baca Juga: Qur’an Cordoba Cari Trainer Penghafal Al Qur’an di Griya Al Qur’an

Selanjutnya, di dalam Al Qur’an Surat Al-Isra’ juga disebutkan,

وَيَدْعُ الإنْسَانُ بِالشَّرِّ دُعَاءَهُ بِالْخَيْرِ وَكَانَ الإنْسَانُ عَجُولا

“Dan manusia berdoa untuk kejahatan sebagaimana ia berdoa untuk kebaikan. Dan manusia itu bersifat tergesa-gesa.”

Namun, kaidah tergesa-gesa dalam suatu urusan ini ternyata memiliki pengecualian. Tidak semua yang dilakukan dengan segera alias tergesa-gesa menimbulkan efek yang buruk. Bahkan hal itu disunahkan sebagaimana keterangan hadis yang diriwayatkan oleh Hatim al-Asham yang dikutip dalam kitab Hilyatul Auliya’ karya Abu Nu’aim Al Ashbahani.

 العجلة من الشيطان إلا في خمسة فإنها من سنة رسول الله صلى الله عليه وسلم: إطعام الطعام، وتجهيز الميت، وتزويج البكر، وقضاء الدين، والتوبة من الذنب

“Tergesa-gesa bagian dari kelakuan setan kecuali dalam lima hal. Pertama, memberi makan tamu, kedua, mengubur jenazah, ketiga, menikahkan anak perawan, keempat, membayar utang, dan kelima, bertaubat dari segala dosa.”

Oleh karena itu, ketergesa-gesaan ini adalah hal baik yang perlu dilakukan karena merupakan sebuah bentuk kebaikan.

Baca Juga: Harmoni Cinta Ayah Penyejuk Jiwa

Berhubungan dengan memberi makan tamu, sesungguhnya hal itu termasuk sunah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana anjurannya memuliakan tamu. Hal ini diperkuat dengan hadis yang berbunyi,

إِنَّ خَيْرَكُمْ مَنْ أَطْعَمَ الطَّعَامَ.

“Sesungguhnya orang terbaik di antara kalian adalah orang yang memberi makan.”

Dan hadis lain yang artinya, “Barangsiapa memberi makan saudaranya yang muslim dan memenuhi keinginannya, maka Allah mengharamkannya masuk neraka.” (HR. Baihaqi)

Jika kita telaah, apabila menghormati tamu saja merupakan suatu anjuran dari Rasulullah, maka apalagi menghormati dengan memberi makan tamu. Demikian pula dengan menyegerakan urusan jenazah, sesungguhnya hal itu merupakan sunah Rasulullah sebagaimana keterangan hadis sahih yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,

 عن أبى هريرة رضي الله عنه عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه و سلم  قَالَ: أَسْرِعُوْا بِالْجَنَازَةِ فَإِنْ تَكُ صَالِحَةً فَخَيْرٌ تُقَدِّمُوْنَهَا إِلَيْهِ وَ إِنْ يَكُ سِوَى ذَلِكَ فَشَرٌّ تَضَعُوْنَهُ عَنْ رِقَابِكُم

Bersegeralah di dalam (mengurus) jenazah. Jika ia orang shalih, maka kebaikanlah yang kalian persembahkan kepadanya, tetapi jika ia tidak seperti itu maka keburukanlah yang kalian letakkan dari atas pundak-pundak kalian.”

Baca Juga: Ini Perbedaan Surat Makkiyah dan Madaniyah

Adapun pada urusan seorang anak gadis, maka tidak ada hal yang lebih baik kecuali menikahkannya dengan segera. Apalagi dengan melihat kondisi zaman sekarang ini. Rasulullah sendiri pernah bersabda,

مَنْ زَوَّجَ بِنْتًا تَوَجَّهَ الله يَوْمَ القِيَامَة تاَجَ الْمُلوُكِ

Barangsiapa yang menikahkan anak perempuannya maka, pada hari kiamat akan menghadap kepada Allah dengan (memakai) mahkota.”

Adapun untuk urusan piutang, dengan tegas Rasulullah bersabda sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah,

إنَّ خِيَارَكُمْ أَحْسَنُكُمْ قَضَاءً

Sesungguhnya yang paling di antara kalian adalah yang paling baik dalam membayar hutang.

Dan mengenai tergesa-gesa untuk bertaubat, maka orang yang berdosa memang hendaklah segera memohon ampun kepada Allah subhanahu wa ta‘ala. Sebagaimana doa Rasulullah yang diajarkan kepada umatnya.

رَبِ اغْفِرْلِى وَتُبْ عَليَّ إِنَكَ أَنْتَ التَوَابُ الغَفُوْرُ

Tuhan, Ampunilah aku dan terimalah taubatku sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Pengampun.”

Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sudah jelas dijamin sebagai manusia mashum tanpa dosa masih mementingkan taubat, apalagi kita selaku umatnya yang serngkali khilaf dan melakukan dosa.

Oleh karena itu, tak semua yang terburu-buru akan keliru. Ada pengecualian yang mengandung kebaikan bila segera dilakukan. Kelima hal itu sangat penting untuk segera dilaksanakan, agar mendapatkan rida dari Allah, serta tercipta kerukunan sesama manusia dan alam sekitarnya. (nin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Infaq Dakwah Quran BSM 7133370147INFAQ SEKARANG
+ +
WhatsApp chat