Obati Bacaan Surat Al Fatihah, Griya Al Qur‘an Gagas Klinik Tahfidz Online

www.griyaalquran.id- Bulan Ramadan adalah bulannya Al Qur‘an. Untuk itu, guna memberantas buta huruf Al-Qur‘an dan mengingatkan pentingnya menghafal Al-Qur‘an dengan makhroj dan tajwid bacaan yang benar, Griya Al Qur‘an kembali menggagas sebuah program untuk dapat ‘mengobati’ bacaan Al-Qur‘an, khususnya surat pendek, bernama Klinik Tahfidz Online.

Dimulai hari ini, Senin (18/5) Klinik Tahfidz Online berlangsung selama dua hari, yakni hingga besok Selasa (19/5) yang dimulai pada pukul 10.00 pagi hingga pukul 21.00 malam setiap harinya. Sesuai namanya, program ini merupakan bagian dari inovasi program Griya Al-Qur‘an untuk melaksanakan program yang sebelumnya dilakukan secara offline, menjadi dilakukan secara online.

Falah Al Burhani Pimpinan Program (Pimpro) Klinik Tahfidz Online menjelaskan, yang dimaksudkan dengan program yang disebut klinik ini sendiri adalah konsep program di mana para peserta yang ikut akan dicari tahu mengenai ‘gejala’ pada bacaan Al-Qur‘annya, dan kemudian para musyrif/musyrifah atau penyimak yang merupakan pengajar Griya Al Qur‘an akan memberikan ‘resep’ untuk menyembuhkan gejala tersebut.

“Sehingga di Klinik Tahfidz Online ini, peserta menyetorkan hafalan surat mereka untuk kemudian dikoreksi mulai dari makhraj serta kesesuaian hukum tajwid, apakah membutuhkan masukan atau perlu ada yang diperbaiki,” jelas pria yang akrab disapa Ustadz Falah tersebut.

Dijelaskan Ustadz Falah, program ini bersifat umum, gratis, dan memungkinkan pesertanya melakukan setoran hafalan khusus surat pendek yang benar-benar urgent dan sering digunakan sehari-hari, seperti surat Al-Fatihah, dan tiga surat akhir juz 30, yakni surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas.

Hal ini, dikatakan Ustadz Falah, sebagaimana tujuan utama program ini, yakni agar masyarakat bisa lebih baik lagi saat membaca surat yang dipakai sholat, apalagi surat Al-Fatihah termasuk rukun sholat, sehingga jika bacaan surat Al-Fatihah kurang sempurna, maka kesempurnaan sholatnya pun masih diragukan.

“Mayoritas, saya yakin 100 persen umat Islam sudah hafal surat-surat tersebut, namun berdasar survei kami, dari kebanyakan siswa yang mendaftar ke Griya Al Qur‘an dan saat kami minta membaca surat pendek, ternyata bacaannya masih banyak yang perlu diperbaiki. Jadi, tujuan klinik ini kami memberikan ‘obat’ pada bacaan peserta tersebut,” tutur Ustadz Falah.

Program yang baru diumumkan dalam sepekan sebelum pelaksanaannya ini pun, dikatakan Ustadz Falah mendapat antusiasme peserta yang cukup luar biasa. Tercatat ada sebanyak 270 orang peserta yang berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia, bahkan setiap pulau ada peserta yang mewakili.

“Untuk penyebaran program ini tidak begitu lama, baru pekan kemarin program ini disebarluaskan, tetapi antusiasme peserta cukup luar biasa,” ucapnya.

Prihartini Widyanti, salah satu peserta mengatakan bahwa meskipun sudah hafal beberapa surat pendek itu, mengaku tetap ingin dikoreksi ustadz dari Griya Al Qur’an. “Pengalaman saat mengikuti kegiatan tahfidz online kapan lalu, hafalan saya dikoreksi dengan sangat detil, padahal saya merasa sudah benar, ustadznya masih juga ketemu kesalahan saya. Namun justru ini yang membuat saya tertarik ikut lagi,” kata wanita yang juga menjadi Dosen di Fakultas Science dan Teknologi Unair ini.

Hari Kedua, Peserta Bebas Periksakan ‘Gejala’ dari Surat Apapun

Untuk agenda program di hari kedua, Ustadz Falah mengistilahkannya sebagai bonus. Ini karena peserta bisa menyetorkan surat apa saja dari juz 30 yang telah dihafal, “Misalkan peserta sudah hafal surat An-Naba’, maka bacaannya bisa disetorkan agar dapat dikoreksi para musyrif/musyrifah sehingga bacaannya dapat diperbaiki lagi,” terangnya.

Dalam mekanismenya sendiri, peserta Klinik Tahfidz Online dibagi menjadi lima grup yang masing-masing diisi sekitar 54 orang untuk satu per satu peserta menyetorkan bacaannya pada musyrif/musyrifah pada tiap grup. Namun sebelum menyetorkan, peserta diwajibkan untuk menonton video yang diberikan khusus oleh Griya Al Qur‘an kepada para peserta program.

Video tersebut merupakan tahsin surat pendek yang dibimbing oleh Ustadz Imam Masruri, M.Ag, Al Hafidz yang merupakan pencetus buku makhroj dan tajwid Griya Al Qur‘an, juri hafidz Jawa Timur JTV, dan pemegang sanad dari Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Dengan menonton video tersebut, peserta pun diharapkan mempelajari materi bacaan dalam video dan mengoreksi bacaannya secara mandiri. Setelah itu, setoran hafalan peserta dikirimkan melalui rekaman suara (voice note) aplikasi perpesanan WhatsApp pada musyrif/musyrifahnya masing-masing untuk dikoreksi dan mendapat perbaikan. Musyrif/musyrifah pun melakukannya melalui rekaman suara.

Ustadz Falah juga menjelaskan, bahwa mayoritas pendaftar adalah usia 20-40 tahun, orang-orang yang melek teknologi di usia tersebut. Meskipun ada pula beberapa peserta, yang karena usianya sepuh, maka program pun dilakukan melalui telepon.

“Jadi, ada juga peserta usia di atas 60 tahun yang tidak bisa menggunakan voice note, beliau menghubungi musyrif/musyrifah untuk setor melalui telepon, sehingga membuat jadwal sendiri dengan musyrif/musyrifah untuk bisa terhubung,” jelasnya.

Ustadz Falah menekankan, bahwa program ini mengharuskan peserta untuk benar-benar menghafal. Soal tahu tidaknya menghafal atau tidak, ia mengaku wallahu a’lam. Menurutnya, di sinilah program ini juga sekaligus melatih kejujuran.

Ke depannya, Ustadz Falah hanya berharap umat Muslim nantinya tidak lagi ada yang buta huruf Al-Qur‘an, sebagaimana tujuan utama Griya Al Qur‘an. “Setelah Ramadan, masyarakat juga kami harapkan lebih berhati-hati lagi ketika menghafal, dan bisa memperhatikan kembali bacaaan-bacaannya mulai dari makhraj dan tajwid, tidak hanya sekadar menghafal saja,” pungkas Ustadz Falah. (nin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Infaq Dakwah Quran BSM 7133370147INFAQ SEKARANG
+ +
WhatsApp chat