Program Peduli Guru Ngaji di Tengah Pandemi

www.griyaalquran.id- Di tengah pandemi COVID-19, banyak orang kehilangan mata pencaharian, termasuk dai dan guru ngaji. Padahal, di tangan merekalah, ayat-ayat suci diajarkan. Di tangan merekalah, agama ini tersiarkan. Karenanya, Griya Al Qur’an membuat Program Griya Al Qur’an Peduli Guru Ngaji.

Pada kesempatan kali ini, Ustadz Hasan Muhammad, MM selaku Direktur Operasional Griya Al Qur’an yang didampingi dengan Ustadz Deny Baskoro dari Tim Fundraising menyampaikan dalam talkshow radio bersama Suara Muslim Surabaya pada Selasa (12/5), membahas tentang program Peduli Guru Al Qur’an yang digagas Griya Al Qur’an.

Di Indonesia sendiri tercatat jumlah guru ngaji di taman pendidikan Al Qur’an dan taman kanak Al Qur’an saat ini ada sekitar 928 ribu orang, dengan 40 persennya berpenghasilan di bawah rata-rata per bulan. Itu dalam kondisi normal, apalagi bila dalam keadaan pandemi seperti sekarang.

“Kebanyakan kita hanya sebatas melihat yang tampak, padahal ada semua guru ngaji terdampak dalam suasana seperti ini. Banyaknya penutupan masjid yang berdampak meliburkan semua aktivitasnya, membuat para guru ngaji ini tidak bisa mengajar. Karenanya kita harus Bersama-sama peduli kondisi mereka. Selama ini mereka seperti tidak tertangkap radar sebagai orang-orang yang layak dibantu,” ujar Ustadz Deny.

Ia kemudian menjelaskan semua guru ngaji terdampak, baik yang berada di naungan Lembaga maupun mereka yang mengajar ngaji secara individual. Jika ada siswa maka akan bisa menghidupi gurunya tapi jika itu tidak berlangsung maka ini yang menjadi masalah.

Bagaimana dengan sistem pengajaran online? Ustadz Deny mengatakan bahwa tidak semua guru ngaji familiar dengan online. “Mungkin bahkan sebagian besar guru ngaji kita tidak begitu paham dengan ini,” katanya.

Untuk itulah, Griya Al Qur’an membuat program ini dengan tujuan membantu guru-guru ngaji agar dapat terus mengajarkan Al Qur’an serta membantu menghidupi keluarganya. Program ini dilakukan, ia melanjutkan, karena pentingnya peran mereka dalam masyarakat. “Mereka yang mengenalkan ayat-ayat Allah kepada kita dan anak-anak kita, lalu bagaimana kita bisa abai kepada mereka?” tegasnya.

Ia kemudian menjelaskan bahwa program ini tidak hanya disalurkan untuk para pengajar Al di Griya Al Qur’an. “Kami tidak hanya berfokus pada guru-guru yang ada di Griya Al Qur’an tetapi juga guru-guru di TPQ yang ada di Sidoarjo, Surabaya dan Gresik. Bila ini berjalan lancar, semoga bisa membantu mereka di daerah-daerah lain,” imbuhnya.

Pentingnya Membantu Guru Al Qur’an

Ustadz Hasan menyampaikan dalam siaran tersebut bahwa selain bencana yang tampak seperti bencana alam, ternyata buta huruf Al Qur’an juga merupakan bencana yang perlu diwaspadai. Sebab, ketika umat Muslim tak memiliki bekal Al Qur’an atau rohnya kosong maka mereka akan mudah tersesat.

Hal tersebut sesuai dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala yang mengutus para rasul untuk mengajarkan Al Qur’an, yaitu dalam surat Al Baqarah ayat 129 dan surat Al Jumu’ah ayat 2:

Artinya: Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.” (Q.S Al Baqarah:129)

Artinya: “Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (Q.S. Al Jumu’ah:2)

“Jadi mengajarkan tilawah itu begitu penting hingga Allah mengutus Rasul untuk mengajarkan Al Qur’an pada umat Muslim supaya mereka terselamatkan. Akan tetapi musibahnya, adalah banyak di antara umat Muslim ini yang tidak bisa baca Al Qur’an dan perhatian terhadap dakwah Al Qur’an ini pun rendah,” jelas Ustadz Hasan.

Masih banyak atau masih lemahnya masyarakat terhadap dakwah Al Qur’an baik di masa normal atau di tengah pandemi seperti ini. Di sinilah kemudian Griya Al Qur’an mengajak masyarakat atau umat Muslim secara umumnya untuk memberikan perhatian terhadap dakwah Al Qur’an sekaligus mensukseskan misi mendakwahkan Al Qur’an yang diajarkan oleh Rasul agar umat Muslim tidak tersesat di kemudian hari.

Selain itu juga sebagai bentuk untuk tolong menolong kepada saudara-saudara yang membutuhkan, sehingga Griya Al Qur’an mengajak seluruh umat Muslim untuk saling membantu. Apalagi ini bulan suci Ramadan, tak hanya dekat dengan Al Qur’an tetapi juga harus membiasakan diri untuk bersedekah sebab Allah subhanahu wa ta’ala telah menjanjikan pahala yang berlimpah.

“Ayo kesempatan ini kita manfaatkan, agar bisa membantu sedikit dan kita berharap semoga pandemi ini segera berakhir dan lekas membaik seperti sedia kala,” tutupnya.

Bila umat Muslim bersedia berinfaq atau bersedekah, maka bisa langsung mengirimkan donasi ke bank syariah mandiri (BSM) dengan nomer rekening 7133370147 dengan kode bank 451, atas nama Infaq Dakwah Al Qur’an. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Infaq Dakwah Quran BSM 7133370147INFAQ SEKARANG
+ +
WhatsApp chat