Seruu, Materi Micro Teaching untuk Guru Al Qur’an Al Ibrah Gresik

2020-10-17 15.17.23

www.griyaalquran.id- Dalam pelatihan metode menghafal Al Qur’an dengan metode Sahabat Griya Al Qur’an, Yayasan Pendidikan Al Ibrah Gresik menggelar pelatihan menghafal dengan metode Sahabat dari Griya Al Qur’an untuk para guru Al Qur’annya. Salah satunya materinya adalah micro teaching. Suasana jadi makin seru, lucu dan menyenangkan.

“Anak-anak, kita menghafal surat apa?” tanya ustadzah Ifa yang ditunjuk menjadi guru di hadapan peserta lainnya yang saat itu disulap jadi anak-anak yang diajar. “Surat al ikhlaaaaass!!!!” kata peserta lain yang menjadi murid Ustadzah Ifa. Sontak jawaban itu membuat seluruh peserta tertawa.

Begitulah salah satu gambaran suasana micro teaching, salah satu materi dalam pelatihan menghafal Al Qur’an dengan metode Sahabat Tahfidz Griya Al Qur’an kepada guru Al Qur’an rumah tahfidz, PAUD, KBTK, SD dan SMP Al Ibrah Gresik.

Bagi guru atau calon guru, micro teaching adalah hal yang sangat penting sebelum para guru memulai mengajar. Kegiatan simulasi mengajar ini berfungsi memberikan pengalaman baru dalam belajar mengajar dengan metode yang akan diterapkan. Tak hanya itu, bagi guru, micro teaching berfungsi memberi penyegaran keterampilan dan sebagai sarana umpan balik atas kinerja mengajarnya.

Pada kegiatan itu, Ustadz Imam Masruri Al Hafidz, pemateri dari Griya Al Qur’an mencontohkan bagaimana mengaplikasikan metode ini di depan kelas. Ustadz Masruri berperan sebagai guru, dan para peserta berperan sebagai siswa.

“Jadi saat diminta menghafal dan setelahnya ustadznya memintanya berhenti, waspadalah dengan waqofnya. Jangan sampai salah meminta berhenti, bisa fatal akibatnya,” pesannya setelah memberi contoh yang salah.

Ia kemudian mencontohkan dalam surat Al Maun. Jika ustadznya meminta berhenti siswa saat melafalkan “fawaillullil mushollin”, akan bermakna celakalah bagi orang yang sholat. “Sebaiknya diteruskan sampai alladziina hum ‘an ṣalaatihim saahụn, yang menjelaskan siapa orang sholat yang bagaimana yang celaka,” katanya.

Setelahnya, beberapa peserta diminta untuk menjadi pengajar di hadapan teman-temannya. Setelahnya, para asatidz Griya Al Qur’an memberikan masukan model mengajar serta mengingatkan tahapan-tahapan pembelajaran yang terlewatkan.

Dalam kegiatan pelatihan menghafala Al Qur’an dengan metode Sahabat Tahfidz Griya Al Qur’an offline ini, diikuti sebanyak 105 pengajar Al Qur’an dan tahfidz di lembaga itu yang dibagi menjadi 2 gelombang. Kedua gelombang ini dilakukan pada 10 dan 17 Oktober 2020. Sementara pelatihan onlinenya digelar pada 9 Oktober 2020.

Beberapa materi selain micro teaching adalah filosofi sahabat tahfidz, cara menghafal dengan Metode Sahabat Tahfidz, manajemen pengelolaan kelas. Sementara pemateri yang terlibat adalah Ustadz Imam Masruri, Ustadz Ahmad Aziz, dan Ustadz Falah Burhani.(wir)

 

 

 

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya.

HR. Bukhari
Griya Al-Qur'an

Membuka kelas pembelajaran Al-Quran dan sertifikasi guru Al-Quran.

Griya Al-Qur'an Newsletter

Dapatkan info dan kabar terbaru seputar program dan layanan Griya Al-Qur’an, kami kirim langsung ke inbox email Anda. Silakan isi form untuk berlangganan newsletter.