Ternyata, Pahala Sedekah Melebihi Pahala Ahli Sholat

www.griyaalquran.id – Berbagai amalan akan menjadikan seseorang memiliki kedudukan mulia di hadapan Allah ta’ala. Namun tahukah Anda bahwa pahala sedekah dengan harta terbaik ternyata melebihi pahala para ahli ilmu, ahli sholat, ahli puasa, hingga ahli Al-Qur‘an. Bagaimana bisa?

Di akhirat kelak, ulama akan membawa pahala ilmunya, ahli sholat akan membawa pahala sholatnya, ahli puasa akan membawa pahala puasanya, ahli Al-Qur‘an akan membawa pahala tilawahnya. Sementara ahli sedekah akan membawa semua pahala ahli ilmu, ahli sholat, ahli puasa, dan ahli Al-Qur‘an.

Karena dengan hartanya, ahli sedekah mampu membantu tersebarnya ilmu. Dengan hartanya, ahli sedekah telah membantu pembangunan atau renovasi masjid, tempat ahli sholat melakukan sholat. Dengan hartanya, ahli sedekah memberikan makan orang-orang yang berpuasa. Dengan itu, dia meraih pahala orang-orang yang berpuasa.

Hingga dengan hartanya pula, ahli sedekah telah mencetak serta menyebarkan Al-Qur‘an dan kitab-kitab para ulama. Itulah mengapa, semua pahala mereka akan diraih oleh ahli sedekah. Itulah mengapa, kelak di akhirat, ahli sedekah adalah orang yang paling bahagia dengan pahala sedekah. Pahala besar yang tidak disangka-sangka.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa bersedekah walau hanya senilai satu biji kurma dari hartanya yang baik, dan Allah Subhanahu wa Ta‘ala tidak menerima kecuali dari yang baik saja. Maka Allah akan menerima sedekah tersebut dengan tangan kanannya. Allah akan memelihara dan mengembangkan pahala sedekah tersebut sebagaimana salah seorang di antara kalian memelihara dan membesarkan kuda kecilnya hingga kelak di akhirat tiba-tiba dia melihat pahala sedekahnya sebesar gunung.” (HR. Bukhari, no. 1410 dan Muslim, no. 1014)

Siapa Saja Bisa Menjadi Ahli Sedekah

Dengan mengibaratkan satu biji kurma, Allah Subhanahu wa Ta‘ala jelas tidak melihat seberapa besar harta yang kita sedekahkan, melainkan Allah Subhanahu wa Ta‘ala melihat ketakwaan dari hamba-Nya yang bersedekah. Sehingga siapa saja dapat bersedekah, dan menjadi seorang ahli sedekah.

Hadis ini menunjukkan keutamaan bersedekah meskipun dengan sesuatu yang sedikit. Sebagaimana nasehat Rasulullah kepada Abu Juray, “Bertaqwalah kepada Allah, janganlah engkau menganggap remeh satu kebaikan sedikitpun, meskipun sekedar menuangkan air dari gelasmu ke gelas orang yang meminta minum.” (HR. Ahmad dan Nasa’i)

Sementara kalimat “dari penghasilan yang baik” menunjukkan bahwa sedekah yang diterima oleh Allah hanyalah sedekah yang bersumber dari penghasilan yang cara mendapatkannya secara halal. Sebaliknya, sedekah dari penghasilan yang tidak baik maka tidak akan diterima oleh Allah, meskipun nominal sedekahnya sangat fantastis, maka tetap tertolak.

Dalam Islam, sedekah dianjurkan dalam kondisi apapun, baik saat lapang maupun sempit. Orang kaya sangat dianjurkan untuk memperbanyak sedekah sebagai ungkapan syukur dan demi mempertahankan nikmat, sedangkan orang miskin dianjurkan untuk bersedekah sebagai ungkapan syukur atas nikmat iman dan sebagai upaya untuk keluar dari jerat kesulitan.

Orang sedang sakit atau berada dalam kesulitan hidup dianjurkan bersedekah sesuai kemampuan. Karena salah satu manfaat bersedekah adalah mengangkat bala dan menyembuhkan penyakit. Dari Abdullah bin Mas’ud RA, Rasulullah bersabda:

“Sembuhkanlah orang-orang yang sakit di antara kamu dengan bersedekah, dan bentengilah hartamu dengan (mengeluarkan) zakat.” (HR. Thabrani)

Di sisi lain, ketika kita berkorban di jalan Allah, sekecil apapun itu, Allah akan memeliharanya. Allah Subhanahu wa Ta‘ala akan mengembangbiakkannya menjadi besar, jauh lebih besar dari yang kita bayangkan. Untuk itu, berinfaklah, berikanlah sedikit harta kita untuk membantu saudara-saudara kita. Untuk membantu orang-orang yang berjuang di jalan Allah Subhanahu wa Ta‘ala.

Ambillah bagian, jangan ketinggalan kereta, jangan menyesal ketika orang-orang berbahagia dengan pahala sedekahnya, sementara kita hanya meratap penuh sesal.

Saat ini Griya Al Qur’an menggelar program donasi untuk pengembangan Dakwah Al-Qur’an. Dari data yang masuk di Griya Al Qur’an, sekitar 70 persen masyarakat kita belum bisa membaca Al Qur’an dengan benar. Karena itu Griya Al Qur’an berkomitmen untuk memberantas buta huruf Al-Qur’an. Anda bisa mengirimkan donasi ke bank syariah mandiri (BSM) dengan nomer rekening 7133370147 dengan kode bank 451, atas nama Infaq Dakwah Al Qur’an. (nin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Infaq Dakwah Quran BSM 7133370147INFAQ SEKARANG
+ +
WhatsApp chat