Ternyata Sunnah, Menangis Saat Membaca Al Qur‘an

www.griyaalquran.id- Sebagian orang bisa menangis sampai tersedu-sedu saat membaca Al Qur’an. Menganai hal ini, Imam An-Nawawi menyebutkan bahwa menangis saat membaca Al Qur‘an sangat disunnahkan karena menangis saat membaca Al Qur‘an adalah sifat atau ciri-ciri orang-orang yang arif dan hamba-hamba yang saleh.

Sesungguhnya menangis saat membaca Al Qur‘an adalah sifatnya orang-orang yang arif dan syiarnya hamba-hambah Allah yang saleh”. (Lihat Muhyiddin Abu Zakariya An-Nawawi, Al-Adzkar An-Nawawi, [Beirut, Darul Kutub Al-Islamiyah: 2004], juz I, halaman 165)

Imam An-Nawawi juga menyebutkan, bahwa menangis saat membaca Al Qur‘an adalah salah satu tanda atau implikasi dari kekhusyu’an. Ini sebagaimana dikutip dalam surat Al-Isra ayat 109:

وَيَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا 

Dan mereka menyungkur atas wajah mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’.” (QS. Al-Isra: 109)

Selain itu, dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari dalam Sahih Bukhari juga disebutkan, bahwa ketika Abdullah bin Mas‘ud diperintahkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam untuk membaca Al Qur‘an, Rasulullah pun menangis mendengarkan lantunan ayat yang dibacakan.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ قَالَ لِي النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اقْرَأْ عَلَيَّ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ آقْرَأُ عَلَيْكَ وَعَلَيْكَ أُنْزِلَ قَالَ نَعَمْ فَقَرَأْتُ سُورَةَ النِّسَاءِ حَتَّى أَتَيْتُ إِلَى هَذِهِ الْآيَةِ (فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَؤُلَاءِ شَهِيدً ) قَالَ حَسْبُكَ الْآنَ فَالْتَفَتُّ إِلَيْهِ فَإِذَا عَيْنَاهُ تَذْرِفَانِ

Dari Abidah dari Abdullah bin Mas‘ud ia berkata: Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda kepadaku, ‘Bacakanlah Al Qur‘an untukku.’ Maka aku pun berkata, ‘Wahai Rasulullah, apakah aku akan membacanya untuk Anda, padahal kepada engkaulah Al Qur‘an diturunkan?’ Ia menjawab, ‘Ya.’ Lalu aku pun membacakan surat An Nisa, hingga aku sampai pada ayat, ‘Dan bagaimanakah sekiranya Kami mendatangkan manusia dari seluruh umat dengan seorang saksi, lalu kami mendatangkanmu sebagai saksi atas mereka.’ Maka beliau pun bersabda padaku, ‘Cukuplah.’ Lalu aku menoleh ke arahnya dan ternyata kedua matanya sudah meneteskan air mata”. (Lihat Al-Bukhari, Sahih Bukhari, [Beirut, Daru Tuq an-Najah: 1422 H], juz VI, halaman 196)

Ayat dan hadis tersebut pun menunjukkan bahwasanya kesunnahan menangis saat membaca Al Qur‘an karena khusyu’, menghayati, dan mentadabburi bacaan Al Qur‘an. (nwn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Infaq Dakwah Quran BSM 7133370147INFAQ SEKARANG
+ +
WhatsApp chat