Tips Memenangkan Pertarungan Saat Akan Beramal

www.griyaalquran.id- Berapa banyak dari kita yang sudah berniat beramal, namun tidak terlaksana. Ya, saat itu, kita sedang kalah dalam pertarungan batin. Saat akan berdonasi, perang dalam batin selalu akan muncul. Prof Dr Abdullah Sahab MSc, seorang guru besar dan dai kondang punya tips menarik untuk memenangkan pertarungan melawan hawa nafsu saat kita akan beramal.

Guru Besar ITS Surabaya ini dalam Kajian Online Ramadhan yang digelar Masjid Al Falah Surabaya ini mengatakan bahwa kita harus memahami bahwa yang kitalah yang membutuhkan sedekah, bukan orang yang kita sedekahi.

Ia kemudian bercerita pengalamannya. Suatu saat ia memberi sejumlah uang untuk orang yang sedang mendorong gerobak yang ia anggap butuh dibantu. Setelah memberi, ia pun berlalu. Di  perjalanan, ia merasa bahwa seharusnya ia menambah nominal uang yang diberikannya. Tanpa diminta, dalam pikirannya ada perang batin.

Batin pertama seolah mengatakan bahwa sebaiknya uang itu dibagi tidak hanya untuk orang itu, namun juga orang lain. Apalagi jaraknya sudah semakin jauh, ada kemungkinan tidak bertemu lagi. Batin kedua memintanya untuk kembali, dan mengabaikan batin pertama, apapun kondisinya, yang penting terus berusaha melakukan kebaikan. “Bismillah saat itu saya kembali untuk menemui orang itu kembali. Saya tahu bisikan yang pertama itu pada hakikatnya ingin mencegah berbuat baik,” katanya.

Ia berhasil menemui orang yang membawa gerobak itu, dan menukar uang yang telah diberikan dengan uang yang lebih besar. Tak disangka, sebelum Prof Sahab melaju, ia ditahan oleh orang yang telah diberinya. “Tunggu-tunggu, jangan pergi dulu. Lalu orang itu menengadahkan tangannya dan berdoa dengan doa yang panjang. Orang itu sangat fasih, masyaa Allah. Rasanya orang itu terdidik dengan baik agamanya,” katanya.

Ia kemudian mengucapkan rasa syukurnya telah dipertemukan orang itu. “Jika Allah mengabulkan doanya, hanya dengan doa orang itu, saya yakin Allah akan mencukupi semua kebutuhan saya,” katanya.

Ia kemudian menyarankan untuk membuat eksperimen sederhana dalam beramal. Beramal tanpa menimbang-nimbang nominal yang akan kita beri. “Anda akan menyaksikan suatu yang luar biasa,” tuturnya.

Misalnya, ketika kita hendak beramal, cobalah memilih jumlah yang paling kita sayangi. Jika ada 20 ribu dan 50 ribu, ia menyarankan untuk memilih yang 50 ribu. “Saat memilih 50 ribu, tidak lama akan muncul suara-suara yang sepertinya sangat masuk akal untuk kita menunda amal itu. Misalnya, tidak perlu banyak, yang penting ikhlas. Saat bisikan itu dating, kuatkan hati, abaikan suara itu, yakinlah bahwa semakin banyak yang kita keluarkan semakin baik untuk kehidupan kita,” imbuh Guru Besar Teknik Mesin ITS itu.

Bisikan-bisikan yang sepertinya masuk akal itu sebenarnya tak logis. Dalam kenyataannya, yang beramal sedikit pun bisa tidak ikhlas. Dan yang beramal dengan nominal besar pun bisa tetap ikhlas. Ia kemudian mengatakan bahwa yang secara dhahir kita membantu orang lain, sebenarnya kita sedang dalam upaya membantu diri kita.

Program Peduli untuk Guru Ngaji

Dalam bulan suci yang penuh berkah ini, ada peluang besar yang mengundang keberkahan hidup. Pandemi yang tak kunjung berhenti mengancam di semua lini, termasuk para guru ngaji. Karenanya, Griya Al-Qur’an menggelar program baru bernama “Peduli Guru Ngaji Terdampak Pandemi”. Program ini sebagai bentuk kepedulian Griya Al-Qur’an terhadap para pengajar Al-Qur’an yang terdampak pandemi. Tanpa memperhitungkan nominal, ternyata beramal dapat mendatangkan keluarbiasaan pada kehidupan kita.

Situasi pandemi yang tak kunjung usai membuat banyak orang menghadapi masa-masa sulit. Tak terkecuali bagi para pengajar Al-Qur’an yang menggantungkan sumber pendapatannya dari mengajar Al-Qur’an.

“Kebanyakan kita hanya melihat sebatas yang tampak, padahal ada semua guru ngaji yang terdampak suasana seperti ini. Penutupan masjid berdampak pada peliburan beberapa agenda masjid termasuk belajar mengajar Al-Qur’an. Karenanya, kita harus bersama-sama peduli kondisi mereka,” kata Ustadz Deny Baskoro dari Tim Fundraising Griya Al-Qur’an.

Bulan suci Ramadan tahun ini menjadi masa-masa tersulit bagi semua orang. Dari golongan atas hingga bawah terkena imbasnya. Bagi para pengajar Al-Qur’an yang menggantungkan hidupnya dari mengajar hal ini akan jauh lebih sulit. Karena, peraturan pemerintah mengimbau masjid untuk menghentikan beberapa agendanya termasuk belajar mengajar Al-Qur’an.

“Ayo kesempatan ini kita manfaatkan, agar bisa membantu sedikit dan kita berharap semoga pandemi ini segera berakhir dan lekas membaik seperti sedia kala,” pungkas Ustadz Hasan Muhammad, MM, Direktur Operasional Griya Al-Qur’an.

Bila umat Muslim bersedia berinfaq atau bersedekah, maka bisa langsung mengirimkan donasi ke bank syariah mandiri (BSM) dengan nomer rekening 7133370147 dengan kode bank 451, atas nama Infaq Dakwah Al Qur’an. (ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Infaq Dakwah Quran BSM 7133370147INFAQ SEKARANG
+ +
WhatsApp chat