Belajar dari Anak-anak Gaza, Menghafal Al Quran di Tengah Perang

www.griyaalquran.id Dalam kondisi tenang, menghafalkan Al Quran pun tak bias dianggap gampang. Namun anak-anak di Gaza Palestina berhasil menghafal Al Quran meski dalam kondisi perang. Begitulah yang diceritakan relawan Indonesia untuk Palestina, Abdillah Onim.

Tidak hanya ketika bulan Ramadhan, pria yang akrab disapa Onim juga menuturkan bahwa pada bulan-bulan lainnya semangat untuk berlomba-lomba mendapatkan pahala yang berlipat ganda dengan meningkatkan hafalan Al Qur’an.

Baca Juga: Ini Perbedaan Surat Makkiyah dan Madaniyah

“Mereka selalu terpacu menambah hafalan Al Qur’annya. Terlebih pada Ramadhan, mereka senantiasa ‘berkomunikasi’ dengan ayat suci Al Qur’an,” ungkap Onim dilansir dari Republika.

Kehidupan anak-anak di Palestina begitu berbeda dengan anak-anak di Indonesia. Di tengah perang dan dalam kondisi diblokade, mereka masih terus meningkatkan hafalan Alquran, daya ingat yang dimiliki oleh mereka juga sangat kuat.

“Daya ingat anak-anak Palestina luar biasa, sekali menghafal tidak sedikit pun lupa. Saya lihat sendiri itu di Rumah Tahfidz Daarul Qur’an Indonesia cabang Palestina,” paparnya.

Baca Juga: Ini Alasan Mengapa Muslim Harus Bertakwa

Onim juga menyebutkan ada sekitar 340 santri yang belajar menghafal di Rumah Tahfiz Daarul Qur’an. Beberapa di antaranya sudah hafal 30 juz meliputi ahkam (hukum-hukum) dan tajwidnya hanya dalam waktu kurang dari satu tahun.

Rumah Tahfiz Daarul Qur’an Gaza ini telah berdiri di Palestina sudah lima tahun. Setiap tahunnya ada puluhan anak-anak Gaza yang berusia 8 hingga 19 tahun akhirnya diwisuda menjadi hafiz dan hafizah yang telah menghafal 30 juz.

“Perlu diketahui bahwa mayoritas dari santri hidup di bawah garis kemiskinan, ada juga anak yatim di mana orang tuanya wafat korban peperangan,” ujarnya.

Menurut Onim, ada beberapa alasan mengapa anak-anak di Palestina sangat mudah menghafal Al Qur’an. Hal itu karena mereka merupakan pemilik sekaligus salah satu pewaris bahasa Arab. Kemudian, pendidikan atau tarbiyah dalam keluarga mereka begitu berbeda di sini.

Baca Juga: Malas Murojaah, Kenali Sebab dan Solusinya!

“Misalnya pulang sekolah, anak-anak tidak langsung pulang ke rumah tapi ke markas tahfiz dulu untuk setoran hafalan. Ketika sedang menyetor hafalan surah Yunus dan surah Ibrahim contohnya, di saat sama mereka menghafalkan surah baru untuk setoran besok,” jelasnya.

Teknik serta cara menghafal anak-anak Gaza sebenarnya sangat sederhana, sehingga mereka mampu melakukannya meski di tengah keadaan yang tidak kondusif.

“Inilah keberkahan Allah di tanah Palestina, Allah berkahi dengan generasi luar biasa, generasi tangguh penghafal Alquran,” tutup pria yang telah 12 tahun menetap di Palestina menjadi salah satu relawan. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Infaq Dakwah Quran BSM 7133370147INFAQ SEKARANG
+ +
WhatsApp chat