Doa Agar Tidak Mudah Lupa Saat Menghafal Al Qur’an

www.griyaalquran.idUntuk usia yang tidak lagi muda, mengingat hafalan Al Qur’an memang tidak mudah. Meski demikian, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kita beberapa doa agar tidak mudah lupa.

Menghafal merupakan kegiatan atau proses mengulang atau mengingat sesuatu, baik itu dengan membaca atau mendengar. Setiap orang tentunya mempunyai kemampuan untuk menghafal yang berbeda-beda. Ada yang mudah sekali untuk menghafal dan ada pula yang sulit untuk menghafal bahkan ada yang sangat sulit untuk menghafal tapi jika orang tersebut hafal akan terus mengingatnya.  

Namun, menghafal Al Quran berbeda dengan menghafal lagu, syair atupun lainnya. Allah telah menjadikan Al Quran untuk mudah dihafal. Salah satu cara untuk mempercepat menghafal Al Quran adalah dengan membaca secara jelas, mengamalkan isinya, dan menyibukkan diri dengan mentadaburi, mengambil kesimpulan, mempelajari, dan mengajarkannya. 

Doa Tidak Mudah Lupa Menghafal Al Quran

Ali bin Abi Thalib pernah mengadu tentang hafalan Al Qurannya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Demi ayah dan ibuku, hafalan Al Qur’an ini terlupakan dari ingatanku, dan aku tidak mampu mengembalikan hapalan itu.”

Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan doa berikut,

الَلّهُمَّ أَنْ أَسْأَلُكَ أَنْ تُلَزِّمَ قَلْبِي حِفْظَ كِتَابَكَ، كَمَا عَلَّمْتَنِيْ وَاْرُزقْنِي أَنْ أَتْلُوَهُ عَلَى النَّحْوِ الَّذِي يَرْضِيْكَ عَنّيِ

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu agar memenuhi hatiku dengan hapalan akan kitab-Mu, sebagaimana Engkau mengajarkan kepadaku. Karuniakanlah kepadaku agar dapat membacanya sesuai dengan yang Engkau ridhai dariku.” (HR. At-Tirmidzi)

Baca Juga: Inilah 6 Fadhilah Menghafal Al Quran

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bersabda kepada Amiril Mukminin Ali ‘alaihi wa sallam, “Aku akan mengajarkanmu sebuah doa yang membuat dirimu tidak akan melupakan ayat-ayat Al Qur’an.”

اَللّهُمَّ ارْحَمْنِي بِتَرْكِ الْمَعَاصِيْ أَبَدًا مَا أَبْقَيْتَنِيْ. وَارْحَمْنِيْ أَنْ تَكَلَّفَ مَا لَا يَعْنِيْنِيْ. وَارْزُقْنِيْ حُسْنَ النَّظَرِ فِيْمَا يُرْضِيْكَ عَنِّيْ. اَللّهُمَّ بَدِيْعَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ. ذَالْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ وَالْعِزَّةِ الَّتِيْ لَا تُرَامُ, أَسْأَلُكَ يَا أَللّهُ يَا رَحْمَنُ بِجَلَالِكَ وَنُوْرِ وَجْهِكَ أَنْ تُنَوِّرَ بِكِتَابِكَ بَصَرِيْ. وأَنْ تُطْلِقَ بِهِ لِسَانِيْ. وَأَنْ تُفَرِّجَ بِهِ عَنْ قَلْبِيْ. وَأَنْ تَشْرَحَ بِهِ صَدْرِيْ, وَأَنْ تَغْسِلَ بِهِ بَدَنِيْ, فَإِنَّهُ لَا يُعِيْنُنِيْ عَلَى الْحَقِّ غَيْرُكَ. وَلَا يُؤْتِيْهِ إِلَّا أَنْتَ, وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

Yang artinya: “Ya Allah, rahmatilah aku agar dapat meninggalkan maksiat kepada-Mu selamanya, selagi Engkau masih memberi kesempatan kepadaku. Kasihanilah diriku dari hal yang tak sanggup aku pikul. Karuniailah aku iktikad baik dan ketertarikan kepada hal yang engkau sukai. Teguhkan hatiku untuk menghafal kitab-Mu, sebagaimana engkau ajarkan kepadaku. Karuniailah aku supaya bisa membacanya sesuai dengan yang Engkau sukai. Ya Allah, dengan kitab-Mu terangilah penglihatanku, lapangkanlah dadaku, bahagiakanlah diriku, bebaskan (belenggu) lidahku, terapkanlah kepada badanku, kokohkanlah diriku atasnya, dan bantulah diriku untuk hal tersebut. Sesungguhnya, tiada penolong untuk hal itu, kecuali Engkau; tiada Tuhan selain Engkau.”

 Selain itu, ada juga doa agar diberi hafalan seperti para Rasul.

اَللّٰهُمَّ ارْزُقْنَا يَارَبِّ فَهْمَ النَّبِيِّيْنَ وَحِفْظَ الْمُرْ سَلِيْنَ وَإِلْهَامَ ألْمَلاَ ىِٕكَةَ ألْمُقَرَّبِيْنَ فِى عَافِيَةٍ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Artinya: “Ya Allah, karuniailah  kami faham para nabi dan hafalan para rasul serta mendapat ilham para malaikat yang hampir dengan-Mu, juga kurniakanlah kami kesehatan wahai Maha Penyayang.”

اَللّٰهُمَّ زِدْنَا وَلَا تَنْقُصْنَا وَأَكْرِمْنَا وَلَا تُهِنَّا وَأَعْطِنَا وَلَا تَحْرِمْنَا وَاَثِرْنَا وَلَا تُؤْثِرْ عَلَيْنَا وَارْضِنَا وَارْضَ عَنَّا

Artinya:“Ya Allah, tambahkanlah buat kami jangan Engkau kurangkan, muliakanlah kami jangan dihina, berilah  buat kami jangan ditahan, pilihlah kami jangan Engkau biarkan dan ridhoilah kami dan ridhoilah pula semua usaha kami.”

Baca Juga: Menguatkan Pendampingan Korban Terjerat Hutang, SKDA Kunjungi Griya Al Qur’an

Ada sebuah cerita yang dikutip dari kompilasi kalam Habib Ahmad bin Hasan Al-Athas, ada seorang laki yang sowan kepada Rasulullah Muhammad Saw. Ia mengeluh, “Ya Rasulallah, sungguh, saya ini adalah orang yang pelupa. Tolong ajari kami sesuatu.”

Kemudian Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, mengajarkan doa:

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ نَفْسِيْ مُطْمَئِنَّةً، تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ، وَتَرْضَى بِقَضَائِكَ

Artinya, “Ya Allah, jadikan jiwa kami menjadi tenang, beriman akan adanya pertemuan dengan-Mu, dan rela atas garis yang Engkau tentukan.”

Bagi para pembaca yang baru memulai menghafal, yuk memulainya dengan cara yang tepat. Perbaiki cara membaca, menghafal dan perkuat pemahaman mengenai ayat Al Qur’an seperti menghafal Al Qur’an dengan mudah di Griya Al Quran.

Baca Juga: Wakapolda Jatim Ajak Jajaran dan Masyarakat untuk Belajar Al Qur’an

Keseimbangan antara doa dan ikhtiar akan menjadi proses yang manis dan berfaedah, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan menjadi bekal untuk nanti di akhirat. Aamin.  

Penulis: Arin
Editor : Wirawan Dwi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
WhatsApp chat