Ini Metode yang Banyak Dipakai Anak-anak Gaza untuk Menghafal Al Qur’an

www.griyaalquran.id- Di tengah suasana perang, anak-anak di Gaza berhasil menghafal Al Qur’an. Ternyata ada 2 metode menghafal yang banyak diterapkan oleh anak-anak di Gaza untuk menghafal Al Qur’an.

Lembaga bantuan non pemerintah Aman Palestin Indonesia memaparkan bahwa ada dua metode menghafal Al Qur’an yang dijalani oleh masyarakat Muslim Gaza mulai dari anak-anak hingga dewasa, yaitu metode umum dan khusus.

“Tahfiz umum seperti layaknya di Indonesia setoran setiap hari, subuh dan maghrib itu juga ada. Tapi yang paling sering diikuti adalah tahfidz khusus yaitu belajar intens selama 60 hari atau dua bulan untuk para murid dari SD sampai perkuliahan,” ungkap Ziad M.M. Shehada yang merupakan alumni Darul Quran Was Sunah Gaza, dilansir dari Republika.

Baca Juga: Qur’an Cordoba Cari Trainer Penghafal Al Qur’an di Griya Al Qur’an

Menurutnya, lewat metode khusus ini biasanya para murid penghafal Al Qur’an rutin belajar dan menyetor hafalan selama dua bulan penuh. Sebelum itu, para murid wajib melalui tes dan wawancara untuk mengetahui kategori pengelompokannya.

Para murid Gaza akan belajar menghafal Al Qur’an setelah shalat Subuh hingga waktu dzuhur. Kegiatan hafalan tersebut dilakukan di masjid ataupun bangunan sekolah.

“Banyak di Gaza ikut tahfiz khusus yang 60 hari ini karena dilaksanakan tatkala libur sekolah selama musim panas. Jadi mereka sedang cuti sekolah dan ikut berlomba-lomba menghafal Al Qur’an di waktu liburnya,” paparnya.

Baca Juga: Harmoni Cinta Ayah Penyejuk Jiwa

Dari metode menghafal Al Qur’an tersebut, Ziad mengatakan bahwa ada sekitar 100 ribu penghafal atau hafidz Quran dari dua juta penduduk di Gaza. Hal ini membuktikan semangat menghafal Al Qur’an tak pernah pudar di hidup mereka.

Kegiatan belajar Al Qur’an ini tidak mengaruskan atau mengekang para murid, mereka juga diperbolehkan menginap atau pulang.

“Mereka nggak serasa diisiloasi, waktu belajarnya hanya Subuh sampai Dzuhur. Setelah ashar ada agenda lagi ada pelajaran lagi sampai Isya berkaitan dengan Al Qur’an seprti Tajwid, belajar akhlak juga karena hafidz quran juga berakhlak,” tuturnya.

Dengan adanya program dua bulan penuh ini, kegiatan menghafal Al Qur’an jauh lebih fokus. Karena tidak hanya sekadar mengingat bacaan Al Qur’an namun juga perlu mengulang kembali agar selalu ingat.

Baca Juga: Belajar dari Anak-anak Gaza, Menghafal Al Quran di Tengah Perang

“Memang susah. Tapi nggak mustahil sebenarnya karena Al Qur’an itu diturunkan Allah untuk seluruh umat bukan hanya orang arab saja. Semua bisa dimasuki cahaya Quran asal mau belajar,” tegasnya.

Ziad kemudian memberikan cara hafalan Al Qur’an sederhana, yaitu alangkah baiknya bila dimulai sejak kecil. Mengingat di Gaza anak usia 4-6 tahun sudah mulai menghafal meski dalam kondisi negara yang tidak aman.

“Semakin belia belajar menghafal Al Qur’an maka tidak ada kekagetan ketika memulai belajar,” tutupnya. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Infaq Dakwah Quran BSM 7133370147INFAQ SEKARANG
+ +
WhatsApp chat