Inilah Faktor Penghambat dalam Menghafal Al Qur’an

www.griyaalquran.id – Tidak sedikit dari kita yang merasa bahwa banyak faktor penghambat menghafal Al Quran. Sebagian orang Sudah berkali-kali menghafal namun selalu lupa, atau mampu hafal namun butuh waktu lama, hal seperti ini banyak membuat orang putus asa ketika menghafal al Qur’an.

Perlu kiranya bagi setiap muslim yang ingin menghafal Al Qur’an mengetahui faktor penghambat dalam menghafal Al Quran. Berikut penjelasannya.

Niat yang belum ikhlas. Masih tercampur dengan niat yang lainnya

Niat adalah hal terpenting dalam segala aspek ibadah, begitu juga ketika menghafal Al Qur’an. Niat menghafal Al Qur’an untuk mendapat ridho dan rahmat Allah subhanahu wa ta’ala memahani kitab-Nya, memahami petunjuk yang Allah subhanahu wa ta’ala turunkan untuk manusia di muka bumi.

Dari Umar bin Khathab, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيِهِ

“Sesungguhnya segala amalan itu tidak lain tergantung pada niat; dan sesungguhnya tiap-tiap orang tidak lain (akan memperoleh balasan dari) apa yang diniatkannya. Barangsiapa hijrahnya menuju (keridhaan) Allah dan rasul-Nya, maka hijrahnya itu ke arah (keridhaan) Allah dan rasul-Nya. Barangsiapa hijrahnya karena (harta atau kemegahan) dunia yang dia harapkan, atau karena seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya itu ke arah yang ditujunya.”

Tidak memahami dan menikmati bacaan Al Qur’an

Membaca Al Qur’an harus tartil dan tidak tergesa-gesa. Karena tidak layak seseorang membaca Al Qur’an terlalu cepat, sehingga dalam waktu kurang dari tiga hari ia telah selesai mengkhatamkan bacaannya. Hendaknya dibaca perlahan sambil mentadabburi makna ayat per ayat.

Terdapat sebuah riwayat tentang ashabus-sunnan dan dishahihkan at-Tirmidzi, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ فِي أَقَلَّ مِنْ ثَلاَثِ لَيَالٍ لَمْ يَفْقَهْهُ

Barangsiapa yang (mengkhatamkan) membaca Al-Qur`ân dalam waktu kurang dari tiga hari maka ia tidak dapat memahaminya.

Kurang Muroja’ah (Mengulang-ulangi hafalan)

Hafalan Al Qur’an perlu untuk dijaga secara konsisten setiap harinya. Karena jika tidak demikian akan, hilang dan terlupa. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam,

إنما مَثَلُ صاحبِ القرآنِ كمثلِ الإبلِ المعَقَّلَةِ . إن عاهد عليها أمسكَها . وإن أطلقها ذهبَت

Permisalan Shahibul Qur’an itu seperti unta yang diikat. Jika ia diikat, maka ia akan menetap. Namun jika ikatannya dilepaskan, maka ia akan pergi” (HR. Muslim 789)

Imam Al ‘Iraqi menjelaskan: “Nabi mengibaratkan bahwa mempelajari Al Qur’an itu secara terus-menerus dan membacanya terus-menerus dengan ikatan yang mencegah unta kabur. Maka selama Al Qur’an masih diterus dilakukan, maka hafalannya akan terus ada”.

Beliau juga mengatakan: “dalam hadits ini ada dorongan untuk mengikat Al Qur’an dengan terus membacanya dan mempelajarinya serta ancaman dari melalaikannya hingga lupa serta dari lalai dengan tidak membacanya” (Tharhu At Tatsrib, 3/101-102)

Kurang sabar dalam menghafal

Proses menghafal dibutuhkan kesabaran yang tinggi. Banyak orang berhenti menghafal karena tidak sabar ketika melalui proses menghafal. Meski sedikit yang dihafal tiap pekannya lebih baik daripada berhenti menghafal Al Qur’an.

“Barangsiapa yang mempelajari ilmu langsung sekaligus dalam jumlah yang banyak, akan banyak pula ilmu yang hilang” [Dinukil dari Hilyatu tholibil ‘ilmi, Syaikh Bakr bin Abdillah Abu Zaid hafidzahullah]

Tidak ada Guru/Pembimbing ketika menghafal

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah dalam Kitabul ‘Ilmi menjelaskan bahwa Seseorang yang memiliki guru akan memperoleh beberapa manfaat, di antaranya:

  1. Menemukan metode yang mudah dalam belajar. Ketika seseorang memiliki guru, maka guru itu yang akan mengajarinya dengan metode yang lebih mudah. Tidak diragukan lagi, hal ini sangat bermanfaat bagi penghafal Al Qur’an.
  2. Lebih cepat paham. Seorang penghafal Al Qur’an jika membaca dihadapan gurunya akan lebih cepat faham dibandingkan jika menghafal sendiri. Jika dia hanya membaca seorang diri, boleh jadi ia akan sulit menemukan kesalahan-kesalahan ketika menghafal.


Meski demikian, berbagai faktor penghambat ini tidak boleh membuat kita berhenti untuk terus menghafalkan Al Qur’an. Jika niatnya belum tertata baik, sambil terus jalan, sambil menata niat.

Jangan lupa untuk terus menguatkan diri, teruslah berusaha mencari lingkungan yang kondusif, berkumpullah dengan para penghafal Al Qur’an. In syaa Allah akan memberi semangat tersendiri.(byn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
WhatsApp chat