Ustaz Adi Hidayat: Inilah Tiga Surat yang Dapat Sembuhkan Penyakit

www.griyaalquran.id- Virus Corona yang telah merebak ke berbagai negara, telah banyak pula kita ketahui mengenai berbagai cara pencegahannya, mulai dari mencuci tangan sampai dengan bacaan ayat surat-surat dalam Al Qur‘an. Ustaz Adi Hidayat pun menyebutkan, bahwa ada beberapa surat yang dapat menyembuhkan penyakit. 

Ramainya pembahasan virus corona (COVID-19), Ustaz Adi Hidayat pun menyebut, pengobatan bagi umat Islam bisa disembuhkan dengan cara melafalkan beberapa ayat dalam Al Qur‘an. Yakni, melalui surat Al Isra’ ayat 82, surat Al-Anbiya ayat 83-84, dan keseluruhan ayat dalam surat Al-fatihah.

“Kalau Anda terkena penyakit dan divonis jadi ahli penyakit itu, maka berzikirlah. Allah menurunkan tiga surat sekaligus untuk obatnya,”ucap Ustad Adi Hidayat melalui video berdurasi sekitar tigabelas menit yang diunggah oleh Audio Dakwah.

“Insya Allah bila dibacakan dengan benar, ada janji Allah seperti yang dijanjikan ke Nabi Ayub. Tolong dibaca dengan keikhlasan dan permohonan kuat ke Allah,” lanjutnya.

Ustaz Adi Hidayat pun memperingatkan, bahwa ilmu yang dibagikannya ini bukanlah ilmu utak-atik. “Awas ini bukan ilmu utak-atik ya. Ini syarat Al Qur‘an,” tegasnya.

Dan kami turunkan dari Al Qur‘an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur‘an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. Al Isra’: 82)

Lewat surat ayat ke-82 surat Al Isra’ itu, Ustaz Adi Hidayat memberikan contoh terkait ujian yang ditimpakan Nabi Ayub dengan penyakit yang tak ada obat dunia saat itu.

“Maka Allah turunkan ayat-ayat itu. Kuncinya adalah arahkan semua itu ke ibadah,” ujarnya, sebagaimana pula al-Razi dalam Mafatih al-Ghaib yang juga menyebut bahwa Al Qur‘an merupakan obat.

Al Qur‘an secara keseluruhan berfungsi sebagai syifa’ (obat penawar atau penyembuh) bagi orang -orang yang beriman dengan alasan bahwa kata min pada ayat ini bukan dalam pengertian “sebagian”, melainkan menunjukkan jenis.

Jadi, Al Qur‘an memungkinkan menjadi obat bagi seluruh penyakit yang ada di dunia baik itu obat rohani maupun jasmani yang diderita manusia. Dalam hal ini, al-Razi memperkuat pendapatnya dengan hadis Rasulullah yang mengatakan, bahwa seseorang yang tidak berobat dengan Al Qur‘an maka Allah subhanahu wa ta‘ala tidak akan menyembuhkannya.

Pada surat kedua yang disampaikan Ustaz Adi Hidayat juga ditemukan adanya obat atau syifa. Yakni ayat dalam surat Al-Anbiya yang mengisahkan saat Nabi Ayyub ditimpa penyakit yang tak bisa disembuhkan oleh obat apapun di dunia.

Dan (ingatlah kisah) Ayyub, ketika ia menyeru Rabbnya: ‘(Ya Rabbku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Yang Maha-penyayang di antara semua penyayang.” (83) “Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat-gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang beribadah kepada Allah.” (84)

Dan, lanjut Adi Hidayat, tutuplah ayat-ayat itu dengan surat Al-fatihah. Pendekatan dalam menghadapi Virus Corona yang dilakukan oleh para ustaz ini tentunya melalui Al Qur‘an sebagai Qur’anic healing. Hal ini tak jauh dari suatu sikap yang pernah ada dalam percakapan antara Rasulullah dengan seorang Badui. 

Dikisahkan, suatu hari Rasulullah didatangi seorang Badui dengan membawa unta. Saat sampai di depan Masjid Nabawi, unta tersebut dibiarkan begitu saja dan tidak diikat. Melihat perilaku orang Badui tersebut, Rasulullah kemudian memintanya untuk mengikat untanya terlebih dahulu.

Tetapi, bukan mengindahkan ucapan Rasulullah, si Badui itu kemudian menjawab, “Aku sudah bertawakkal kepada Allah subhanahu wa ta‘ala, wahai Nabi.”

Mendengar pernyataan Badui tersebut, Rasulullah kemudian bersabda, “Ikatlah terlebih dahulu unta itu, baru kemudian engkau bertawakkal kepada Allah subhanahu wa ta‘ala.” (HR. At -Tirmidzi) 

Percakapan itu yang juga kerap ditemui saat ini. Di mana masyarakat yang diintai Corona pun kerap menyampaikan hal serupa walau berbeda kalimat dalam menghadapinya. Seperti banyaknya pernyataan terkait masyarakat yang berburu masker untuk menghindari Corona.

Sehingga jika melihat dari hadis riwayat di atas, maka pernyataan yang kerap diungkap para ustaz seperti, “Sama Corona saja takut, tapi sama Allah nggak,” menunjukkan bahwa bertawakkal kepada Allah subhanahu wa ta‘ala tidak boleh tanpa ‘tangan kosong’ alias tanpa usaha. 

Bahwa Rasulullah dalam sabdanya tersebut menekankan bahwa tawakkal tanpa usaha bisa jadi hal yang sia-sia.Maka, tegas Adi Hidayat, tiga surat itu pun akan jadi obat penyakit apapun, bila kuncinya diarahkan ke ibadah. Seperti kisah Nabi Ayyub yang tentunya juga tetap berusaha secara dunia dalam mencari obatnya selain melalui Al Qur‘an. (nwn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Infaq Dakwah Quran BSM 7133370147INFAQ SEKARANG
+ +
WhatsApp chat