Yakin Rezeki Allah, Tinggalkan Pekerjaan untuk Menghafal Al Qur’an

www.griyaalquran.id- Keyakinannya pada mukzijat Al Qur’an, membuat M. Isnaini Yusuf memutuskan untuk merelakan pekerjaan yang semestinya menjadi penopang perekonomian keluarganya kala itu. Namun, ia yakin bahwa Al Qur’an adalah pembawa rezeki Allah.

Selain menjadi pengajar di Griya Al Qur’an, Pria ini juga bekerja di lembaga sekolah Raudlatul Istiqomah sebagai wakil kepala sekolah dan wakil kesiswaan SDI dan MTs Roulatul Istiqomah Probolinggo.

“Waktu itu sebenarnya, saya sedang sangat butuh pemasukan untuk membantu ayah dan ibu saya yang perekonomiannya saat itu lemah. Tapi saya yakin Allah sebaik-baik pemberi rezeki. Saya yakin, saya tidak akan kesulitan karena saya belajar kalam-Nya,” akunya.

Baca Juga: Begini Al Qur’an Berbicara Tentang Dirinya

Mondok Sejak 4 Tahun

Berawal dari keinginan orangtuanya untuk menjadikan pria yang akrab dipanggil Ustad Isnaini ini sebagai seorang penghafal Al Qur’an, sehingga sejak kecil usia 4 tahun ia dikirim ke Pondok Pesantren Anak Sidayu, Gresik. Model pembelajarannya talaqqi Al Qur’an.

Akan tetapi, di usia 7 tahun, ia mengaku tidak betah dan meminta orang tuanya agar dibolehkan tidak melanjutkan belajar menghafal Al Qur’an lagi. Orang tuanya mengabulkannya.

“Saat itu, saya tidak bisa beradaptasi. Saya gagal dan menyerah dalam menghafal Al Qur’an, berat rasanya. Sejak usia 8 sampai 25 tahun itu saya tidak belajar menghafal Al Qur’an sama sekali, saya bekajar kitab di pondok lain,” aku pria kelahiran Probolinggo itu.

Namun, siapa sangka bahwa Allah subhanahu wa ta’ala kembali mengetuk pintu hati pria yang lahir di Probolinggo ini untuk mulai belajar menghafal Al Qur’an lagi.

Baca Juga: Ini Tingkatan Pahala dalam Membaca Al Qur’an

“Saya pernah mendengarkan satu ceramah dari ustad, dia bilang gini ‘seberapa besar kita cinta kepada Allah tergantung pada seberapa besar kita itu membaca Al Qur’an’, Nah dari situ akhirnya saya sadar, dan mulai menghafal Al Qur’an lagi,” terang Pengajar Tahfidz Anak di Yayasan Darul Hikmah, Surabaya tersebut.

Meninggalkan Pekerjaan Demi Menghafal Al Qur’an

Sinar hidayah yang ia terima tersebut, sayangnya malah mengalami kendala. Sebab, kala itu, Ustad Isnaini sudah berusia 25 tahun dan memiliki pekerjaan yang menjadi penopang perekonomian keluarganya. Sehingga orangtuanya sempat tak menyetujui ia kembali belajar menghafal Al Qur’an.

“Orangtua tidak mengijinkan, karena pada saat itu saya sudah punya pekerjaan tapi harus meninggalkan pekerjaan saya jika saya ingin mulai menghafal Al Qur’an lagi,” papar pria yang kala itu bekerja di Lembaga Sekolah Raudlatul Istiqomah sebagai Wakil Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Kesiswaan di SDI dan MTs Raudlatul Istoqomah, Probolinggo.

Mendapat penolakan dari orangtuanya itulah kemudian Ustad Isnaini sholat Istikharah selama 3 hari dan meyakinkan orangtuanya bahwa Al Qur’an adalah pembawa rejeki. Sehingga tak perlu takut bila harus meninggalkan pekerjaan demi menjalankan niat baik sesuai apa yang diperintahkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

“Nah disitulah saya kemudian sholat istikharah selama 3 hari dan Alhamdulillah mendapatkan ijin orangtua untuk belajar menghafal Al Qur’an lagi,” imbuhnya.

Baca Juga: Bermula dari Alquran, Air Hujan Disulap Jadi Pupuk dan Pestisida Alami

Di Pondok Pesantren Tahfidz al-Qur’an Raudhatussalihin, Malang itulah Ustad Isnaini belajar menghafal Al Qur’an selama 1,5 tahun, dengan bekal tekad dan ikhlas meninggalkan pekerjaannya akhirnya ia sudah bisa hafal Al Qur’an.

“Selama saya mondok di Tahfidz Quran itu tidak ada bosennya menghafal quran, saya merasa enjoy. Meskipun di luar tekan sana-sini, sama lingkungan disuruh harus menikah tapi saya tetap teguh menghafal Al Qur’an,” ungkapnya.

Tugas ke Malaysia, Bukti Al Qur’an Pembawa Rejeki

Dalam proses menghafal Al Qur’an, Ustad Isnaini mengaku bahwa ia mendapat tekanan dari kebutuhan finansial yang mengalami kekurangan dalam beberapa waktu, meski begitu, ia tak pantang menyerah.

“Meski kekurangan, saya yakin bahwa Al Qur’an itu pembawa rejeki, makanya ketika saya di pondok saya tidak bingung dan rejeki selalu datang dalam waktu yang tak di sangka-sangka,” lanjutnya.

Keyakinan Ustad Isnaini yang meyakini bahwa Al Qur’an pembawa rejeki terbukti ketika ia selesai menghafal Al Qur’an. Pada tahun 2013, ia ditugaskan untuk membuka rumah tahfidz di Malaysia, yaitu Ma’had Tahfidz Al-Istiqomah, yang bertempat di Kota Kinabalu, Malaysia.

Ia mengaku senang mendapatkan tugas tersebut. pembangun rumah tahfidz itupun dibantu oleh orang Malaysia. Meskipun di tahun pertama masih belum banyak yang berminat gabung di rumah tahfidz tersebut, Ustad Isnaini tak putus asa.

“Dari situ saya bekerjasama dengan orang Malaysia, untuk mengembangkan rumah tahfidz. Kurang lebih selama 4 tahun saya di sana, meskipun satu tahun pertama masih sedikit peminatnya tapi Alhamdulillah sekarang sudah banyak,” kata Pengasuh Rumah Tahfidz-Parenting Nurul Qur’an, Surabaya.

Baca Juga: Aplikasi E-Murojaah, Memudahkan Hafalan Al Qur’an

Dari pengalaman Ustad Isnaini itupun ia berpesan agar seseorang tak pantang menyerah dalam menghafal Al Qur’an meskipun harus memulainya di usia dewasa seperti dirinya. Tidak usah ragu, meskipun banyak kendala ataupun omongan di luar sana.

“Jadi pesan saya, janganlah menyerah untuk menghafal Alquran, rintangan itu pasti ada, orang menghafal quran itu berat, belum lagi istiqomah, pokoknya banyak yang berat. Tetapi saya tidak menyerah dan tetap istiqomah,” tutup pria yang senantiasa berkeinginan untuk memberikan kemampuannya dalam menghafal Al Qur’an kepada banyak orang. (Gth)

4 thoughts on “Yakin Rezeki Allah, Tinggalkan Pekerjaan untuk Menghafal Al Qur’an

    • January 20, 2020 at 10:30
      Permalink

      Terima kasih Atas kunjungan Anda pada laman website kami.

      Reply
  • January 21, 2020 at 21:02
    Permalink

    Sangat menginspirasi, karena terkadang saya future di tengah jalan dalam menghafal, meski itu baru juzz 30 dan belum hafal hafal dan suka ngiri yg hafalannya sudah banyak..
    Semoga bisa semangat dan fight lagi

    Reply
    • January 22, 2020 at 09:55
      Permalink

      Terima kasih Atas kunjungan Anda pada laman website kami.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Infaq Dakwah Quran BSM 7133370147INFAQ SEKARANG
+ +
WhatsApp chat